Badai Tropis Terbentuk di Laut Cina Selatan

Prakiraan lintasan siklon tropis di Laut Cina Selatan. GAMBAR: JMA

Darilaut – Badai Tropis (Tropical Storm) Danas terbentuk di Laut Cina Selatan, pada Sabtu (5/7). Sistem ini berpotensi membawa cuaca buruk di Filipina, Hongkong dan Guangdong di Cina, serta di Taiwan.

Badai tropis 05W dengan nama Filipina Bising tersebut berjarak sekitar 400 kilometer atau lebih dari Hong Kong dan 643 km barat daya Taipei, Taiwan. Ada ketidakpastian lintasan sistem ini dalam beberapa hari ke depan.

Menurut Observatorium Hong Kong (HKO) siklon tropis di Laut Cina Selatan akan bertahan di wilayah tersebut dan menguat secara bertahap Sabtu hari ini.

Kemudian akan berbelok ke utara dan bergerak mengarag di sekitar Selat Taiwan dan pantai Guangdong timur.

“Cuaca yang sangat panas dan hujan yang dipicu oleh suhu tinggi akan memengaruhi Guangdong hari ini dan besok,” kata HKO.

Siklon tropis tersebut diperkirakan akan berada paling dekat dengan sekitar Muara Sungai Pearl pada Sabtu sore hingga Minggu pagi (6 Juli).

Namun, kata Observatorium, terdapat ketidakpastian dalam pergerakan selanjutnya. Prakiraan saat ini, siklon tropis tersebut akan berbelok ke utara secara bertahap pada Minggu sore.

Akan ada gelombang besar. Masyarakat harus menjauh dari garis pantai, tidak melakukan olahraga air, dan memperhatikan informasi cuaca terbaru dari Observatorium, kata HKO.

Melansir Focustaiwan.tw, depresi tropis di barat laut dekat Filipina diperkirakan akan menguat menjadi Badai Tropis Danas pada Sabtu dini hari, dan menjadi badai tropis ke-4 musim ini, menurut Badan Cuaca Pusat (CWA) Taiwan.

Pada Jumat pagi, sistem tersebut berada sekitar 370 kilometer barat daya ujung selatan Taiwan, Tanjung Eluanbi, dan telah mengembangkan struktur yang lebih terorganisasi, kata peramal cuaca Lee Meng-hsuan.

Badai tersebut saat ini bergerak perlahan menuju Selat Taiwan dalam arah timur-timur laut dan dapat memicu peringatan laut jika mencapai kekuatan badai tropis pada Sabtu pagi.

Sistem tersebut diperkirakan akan bergeser arah pada Sabtu sore ke arah utara atau timur laut, dan diperkirakan akan melewati Taiwan paling dekat antara Minggu (6/7) dan Senin (7/7).

Hujan deras diperkirakan turun pada hari Minggu, terutama di daerah pegunungan selatan dan tenggara, sementara wilayah lain mungkin mengalami hujan lokal.

Lee memperingatkan, bagaimanapun, bahwa jalur sistem tersebut masih belum pasti dan harus diawasi dengan ketat.

Ahli meteorologi independen Wu Der-rong juga memperingatkan pada hari Jumat bahwa dampak badai yang paling parah diperkirakan terjadi antara hari Minggu dan Senin dini hari, dan ancaman terhadap Taiwan tidak boleh diremehkan.

Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika dan Astronomi Filipina (Philippine Atmospheric, Geophysical and Astronomical Services Administration – PAGASA), mengatakan, Depresi Tropis Bising akan terus bergerak secara umum ke arah barat laut secara perlahan dalam 12 jam ke depan.

Setelah itu, akan berbelok ke arah timur laut di atas laut di sebelah barat Luzon Utara Ekstrem.

Prakiraan lintasan sangat tidak pasti dan kemungkinan pergeseran lintasan ke arah selatan semakin kecil kemungkinannya.

Bising diperkirakan akan menguat menjadi badai tropis dalam 12 jam ke depan dan mungkin akan menguat lebih lanjut saat bergerak di atas laut di sebelah utara Taiwan, kata PAGASA.

Menurut Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC) sistem ini dengan tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 4,3 meter (14 kaki).

05W akan mencapai intensitas puncak 140 km oer jam (75 knot) dalam 2 hari ke depan. Saat sistem bergerak melalui Selat Taiwan, akan melemah karena udara hangat dan kering bermigrasi dari pegunungan Taiwan dan masuk ke inti sistem.

Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA) sistem ini mengarah ke barat, dan bergerak lambat. Tekanan udara pusat 998 hPa (hektopaskal).

Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 15 m per detiks (30 knot) dan kecepatan angin instan maksimum 23 m per detik (45 knot).

Exit mobile version