Darilaut – Bulan Mei di masa peralihan ke musim kemarau hujan mengguyur sejumlah wilayah di Provinsi Gorontalo.
Aliran air hujan yang masuk ke sungai kecil dan besar meluap, merusak insfrastruktur, lahan pertanian dan pemukiman. Terjadi banjir dan longsor di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo Utara dan Kabupaten Gorontalo. Darilaut.id merangkum peristiwa ini.
Kota Gorontalo
Presiden RI Prabowo Subianto telah meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Kota Gorontalo, pada Sabtu 9 Mei 2026.
Program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu berlokasi di Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
Seminggu setelah Presiden Prabowo meninjau Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Leato Selatan, pada 9 Mei 2026, pondasi tersebut mengalami penurunan.
Saat itu, hujan mengguyur Gorontalo, termasuk di pegunungan atas Ololalo. Air alami dari pegunungan masuk ke aliran air atau sungai kecil hingga muara, yang menjadi dua sisi bangunan Kampung Nelayan Merah Putih
”Cuma hujan 3 jam,” kata ketua kelompok nelayan di Leato Selatan, Eni S Nani (71 tahun), yang membuat pondasi itu amblas pada pukul 16.00 Wita.
”Ini bukan karena ombak, tapi aliran air dari pegunungan di atas Ololalo,” ujarnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo melakukan penanganan bencana banjir dan longsor yang dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo.




