Darilaut – Badai Tropis (Tropical Storm) Yinxing yang terbentuk di timur Filipina, pada Senin (4/11), diperkirakan akan meningkat menjadi topan (typhoon) beberapa hari ke depan.
Yinxing dengan nama lokal Filipina “Marce”, menurut PAGASA (Philippine Atmospheric, Geophysical, and Astronomical Services Administration – Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina), meningkat menjadi badai tropis saat memasuki wilayah tanggung jawab Filipina (PAR).
Dalam buletin PAGASA yang dikeluarkan Senin pukul 05.00, Yinxing diperkirakan akan meningkat secara bertahap dan dapat mencapai kategori badai tropis parah pada Selasa (5/11) pagi atau sore.
Selain itu, kata PAGASA, mungkin mencapai kategori topan pada Selasa malam atau Rabu pagi.
Intensifikasi yang cepat mungkin terjadi, kata PAGASA.
Yinxing akan bergerak ke barat laut hingga Rabu pagi, kemudian diperkirakan mulai melambat secara signifikan saat berbelok ke barat.
Siklon tropis ini akan bergerak ke utara barat laut ke barat dengan kecepatan lambat di atas Laut Filipina di timur Luzon Utara Ekstrim.
Namun, PAGASA memberikan catatan untuk trek lintasan Yinxing. Pertama, siklon tropis akan bergerak lebih ke barat menuju Luzon Utara Ekstrim atau daratan Luzon.
Kedua, siklon tropis akan bergerak tidak menentu di atas Laut Filipina di timur Luzon Utara Ekstrim.
Meski belum ada kepastian untuk jalur lintasan Yinxing, Observatorium Hong Kong, Badan Meteorologi Jepang (JMA) dan Pusat Peringatan Siklon Tropis Bersama – Joint Typhoon Warning Center (JTWC) memperkirakan sistem ini akan menguat.
Jalur lintasan PAGASA, JMA, dan JTWC memperkirakan sistem ini akan menjadi topan di timur Luzon.
Melansir Focustaiwan.tw, peramal cuaca Administrasi Cuaca Pusat (CWA) Liu Yu-chih mengatakan kepada CNA bahwa depresi tropis berada dalam lingkungan yang optimal untuk perkembangan lebih lanjut.
Hari Rabu akan menjadi periode kunci bagi badai karena saat itulah badai dapat mengubah jalurnya, kata Liu.
Prakiraan saat ini menunjukkan kemungkinan itu bisa melemah dan berlama-lama di sekitar Kepulauan Ryukyu.
Namun, beberapa model cuaca memprediksi sistem kemungkinan besar akan menuju ke barat dan melewati bagian utara Filipina, sementara model lain menunjukkan ada kemungkinan dapat bergerak ke utara dari perairan timur Taiwan, kata Liu.
Pengamatan lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah sistem tersebut akan berdampak pada Taiwan, ujarnya.
