SEORANG penyelam tidak hanya membutuhkan fisik yang kuat. Di kedalaman laut, terdapat Hukum Fisika yang harus dikuasai penyelam pemula dan yang sudah lama.
Ketika melakukan penyelaman, harus menyesuaikan dengan aspek fisika, seperti terkait dengan tekanan, berat jenis zat cair dan gas. Aspek fisika ini, terutama berhubungan dengan Hukum Pascal, Boyle dan Henry.
Seorang penyelam harus memahami tekanan. Ketika masuk ke dalam air, maka tekanan yang dirasakan seperti benda yang dicelupkan. Dalam Hukum Pascal “tekanan yang terdapat pada permukaan cairan akan menyebar ke seluruh arah secara merata dan tidak berkurang.”
Di permukaan air, terdapat tekanan 1 atmosfir (atm). Di kedalaman 10 meter tekanan dalam air berubah menjadi 2 atm. Masuk lagi lebih dalam, di 20 meter, tekanan menjadi 3 atm.
Dalam kondisi seperti itu, perlu ada penyesuaian ketika masuk di kedalaman dan saat akan ke permukaan. Dua hukum fisika penting bagi penyelam yang berhubungan dengan tekanan, yakni Hukum Boyle dan Hukum Henry.
Hal ini untuk menghindari gejala penyakit dekompresi dan mabuk nitrogen. Hukum Boyle: suatu gas dengan tekanan dan suhu yang sama, volume dan tekanan gas tersebut berbanding terbalik. Hukum Henry: dalam suhu yang sama, tekanan zat cair dan zat gas adalah sama.
Dekompresi
Di kedalaman air, manusia bergantung pada tangki oksigen. Ketika masuk dalam air, tubuh penyelam dan tangki yang dibawa akan mendapatkan tekanan air. Ketika menghirup udara dari tangki, penyelam akan dipengaruhi hukum Henry.
Dalam darah penyelam akan terdapat banyak nitrogen. Untuk kondisi seperti ini, penyelam tidak bisa naik secara tiba-tiba ke permukaan. Perlu ada penyesuaian di setiap kedalaman.
Apabila seorang penyelam naik tiba-tiba, nitrogen yang masuk dalam darah akan berubah menjadi gas. Nitrogen ini tidak bisa dikeluarkan melalui pernapasan karena mengendap dalam darah.
Gejala dekompresi akan muncul bila naik secara tiba-tiba. Tubuh penyelam terasa letih, gatal-gatal dan mengalami nyeri persendian.
Ini terjadi karena gelombang nitrogen yang mengendap dalam darah telah membentuk gelembung yang menghambat peredaran darah.
Karena itu, bagi penyelam pemula dan yang sudah lama, harus naik perlahan-lahan ke permukaan. Hal ini untuk menghindari gejala dekompresi.
Mabuk Nitrogen
Kemampuan penyelam di dalam air berbeda-beda. Di kedalaman air, meski penyelam tidak mengonsumsi minuman keras, namun bisa merasakan mabuk.
Ini yang disebut mabuk nitrogen. Tekanan nitrogen yang larut dalam darah akan bertambah saat penyelam berada dalam air.
Penyelam yang mabuk nitrogen akan merasakan tubuh yang lemas. Penyelam merasakan seperti mabuk minuman keras. Biasanya ini diikuti dengan kesadaran yang mulai memudar. Secara bersamaan penyelam akan merasakan nyaman, sekaligus tidak nyaman.
Umumnya, gejala mabuk nitrogen dapat dirasakan di kedalaman lebih dari 18 meter. Gejala mabuk nitrogen akan bertambah besar, bila penyelam melebihi kedalaman 30 meter.
Karena itu, jika ini melebihi kadar normal, akan menimbulkan efek mabuk yang menghambat kerja sel darah.
Untuk menghindari mabuk nitrogen, penyelam harus naik ke permukaan yang dangkal secara perlahan. Tubuh akan pulih seperti sedia kala.
Namun, untuk kondisi seperti ini, penyelam harus memiliki persediaan di dalam tabung udara yang akan digunakan ketika akan ke permukaan.
Gas yang dihirup penyelam ketika di dalam air adalah udara yang dimampatkan. Komposisi gas 78 persen nitrogen dan 21 persen oksigen, sisanya gas yang lain.
Hipotermia
Selain dekompresi dan mabuk nitrogen, penyelam harus menghindari hipotermia. Ini terjadi apabila suhu tubuh dibawah 35 derajat Celcius.
Karena itu, mengapa penyelam harus menggunakan baju selam, ini untuk manjaga suhu tubuh.
Gejala awal hipotermia, tubuh kedinginan, menggigil, tangan dan kaki mati rasa. Kondisi ini bisa menyebabkan penyelam tak sadarkan diri.
Menguasai hukum fisika mutlak bagi setiap penyelam. Ini harus pula dibarengi kemampuan fisik dengan beristirahat yang cukup dan melakukan pemanasan.
Bekal ini penting bagi penyelam pemula dan yang sudah lama, untuk menghindari berbagai gejala penyakit yang dapat muncul ketika berada di dalam air.*
