Rabu, Mei 20, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Topan Super Sinlaku Mendarat di Kepulauan Mariana Utara

redaksi
15 April 2026
Kategori : Berita
0
Topan Super Sinlaku Mendarat di Kepulauan Mariana Utara

Topan Super Sinlaku pada Selasa (14/4) malam. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Topan Super (Super Thypoon) Sinlaku telah mendarat di Kepulauan Mariana Utara, Samudra Pasifik barat, pada Selasa (14/4) malam. Inti (mata) sistem ini saat mendarat mencakup Pulau Tinian dan Saipan.

Sinlaku yang telah menurun intensitasnya saat ini terletak 65 km barat laut Pulau Saipan dan 66 km utara barat laut Pulau Tinian.

Namun menurut Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) Sinlaku adalah sistem yang berbahaya.

Potensi bahayanya meliputi angin kencang yang merusak, curah hujan lebat, gelombang badai, dan laut yang bergelombang.

Tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 12,2 meter (40 kaki), kata JTWC.

Sinlaku telah bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan 9 km/jam (5 knot) selama 6 jam terakhir. Selanjutnya, Sinlaku diperkirakan mulai berbelok ke arah utara-barat laut dalam 12 jam ke depan.

JTWC memperkirakan intensitas sistem ini akan terus melemah secara bertahap selama 2 hari ke depan karena dinamika internal dari proses siklus penggantian dinding mata badai yang akan segera selesai.

Setelah 2 hari, Sinlaku diperkirakan akan terus melemah saat bergerak di atas suhu permukaan laut yang lebih dingin (25–26°C menjadi 20–21°C dalam 5 hari) dan geser angin barat meningkat dari 85–95 km/jam (45–50 knot) pada 5 hari di dalam angin barat, kata JTWC.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Japan Meteorological AgencyJTWCKepulauan Mariana UtaraTopan Sinlaku
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

ENSO dan IOD Berada pada Fase Netral

Next Post

UNG Menggelar Wisuda ke-60

Postingan Terkait

RUU Hak Cipta, Ketua Dewan Pers: Karya Jurnalistik Bagian Penting Dari Kekayaan Intelektual Bangsa

Dewan Pers Meminta Pemerintah Membebaskan Wartawan dan Warga Sipil Indonesia yang ditangkap Militer Israel

20 Mei 2026
Kuda Laut Masuk Spesies Appendix II

Kuda Laut Masuk Spesies Appendix II

20 Mei 2026

Menurunnya Populasi Kuda Laut Penanda Degradasi Lingkungan Pesisir

Pimpinan Redaksi Barakati.id Kecam Tindakan Intimidasi di Kawasan Tambang Besar di Pohuwato

Peneliti UNG Mendorong Tata Kelola Kesehatan Menuju Emisi Nol Bersih

WHO Umumkan Keadaan Darurat Kesehatan Wabah Virus Ebola di Afrika Tengah

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Masih Berpotensi Hujan

Hujan Berpotensi Terjadi di Indonesia Saat El Niño Condition

Next Post
UNG Menggelar Wisuda ke-60

UNG Menggelar Wisuda ke-60

TERBARU

Dewan Pers Meminta Pemerintah Membebaskan Wartawan dan Warga Sipil Indonesia yang ditangkap Militer Israel

Kuda Laut Masuk Spesies Appendix II

Menurunnya Populasi Kuda Laut Penanda Degradasi Lingkungan Pesisir

Pimpinan Redaksi Barakati.id Kecam Tindakan Intimidasi di Kawasan Tambang Besar di Pohuwato

Peneliti UNG Mendorong Tata Kelola Kesehatan Menuju Emisi Nol Bersih

WHO Umumkan Keadaan Darurat Kesehatan Wabah Virus Ebola di Afrika Tengah

AmsiNews

REKOMENDASI

Perahu Motor Mati Mesin di Perairan Tidore

Olahan Minuman Jeli dari Kulit Ikan Tuna

Pemimpin Negara G20 Menanam Mangrove di Bali

Kapal Tanker MT Sea Rider Kandas di Perairan Pulau Sambu

Banjir Afrika Selatan, Meninggal 341 Orang, 40 Ribu Terdampak

Penyelundupan Terumbu Karang Masih Terjadi di Bandara Soekarno-Hatta

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.