Bangkai Kapal Penangkap Paus berusia 207 tahun Ditemukan di Teluk Meksiko

Gambar dari tryworks ini diambil dari lokasi kapal karam brig Industry oleh NOAA dengan menggunakan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV). Terdapat tungku besi cor dengan dua ceret yang digunakan untuk membuat lemak paus menjadi minyak. Minyak paus ini diproduksi oleh G & W Ashbridge, sebuah perusahaan Philadelphia. FOTO: NOAA Ocean Exploration

Darilaut – NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) bersama mitra menemukan bangkai kapal penangkap paus berusia 207 tahun.

Bangkai kapal penangkap paus dengan nama Industry itu ditemukan di dasar laut Teluk Meksiko.

Kapal ini menyisakan sejarah Amerika ketika keturunan orang-orang Afrika dan penduduk asli Amerika bekerja sebagai kru di salah satu industri tertua di negara itu.

“Sejarah orang kulit hitam dan penduduk asli Amerika adalah sejarah Amerika, dan penemuan penting ini berfungsi sebagai pengingat penting akan kontribusi besar orang kulit hitam dan penduduk asli Amerika untuk negara kita,” kata Wakil Menteri Perdagangan AS Don Graves, seperti dikutip dari siaran pers NOAA, Rabu (23/3).

“Kapal penangkap paus abad ke-19 ini akan membantu kita belajar tentang kehidupan pelaut kulit hitam dan penduduk asli Amerika dan komunitas mereka, serta tantangan besar yang mereka hadapi di darat dan di laut.”

Administrator NOAA Rick Spinrad, Ph.D, mengatakan, hari ini kita merayakan penemuan kapal yang hilang yang akan membantu kita lebih memahami kisah kaya tentang bagaimana orang kulit berwarna berhasil sebagai kapten dan anggota kru di industri perburuan paus Amerika yang muncul pada awal 1800-an.

“Penemuan ini mencerminkan bagaimana Afrika – Amerika dan penduduk asli Amerika makmur dalam ekonomi laut, meskipun menghadapi diskriminasi dan ketidakadilan lainnya. Ini juga merupakan contoh betapa pentingnya kemitraan lembaga federal dan komunitas lokal untuk mengungkap dan mendokumentasikan sejarah maritim bangsa kita,” kata Spinrad.

Dengan panduan yang diberikan melalui koneksi satelit dari ilmuwan mitra di pantai, tim di atas Kapal NOAA Okeanos Explorer mengemudikan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh (ROV) untuk menjelajahi dasar laut pada tanggal 25 Februari 2022.

Lokasi temuan ini sebelumnya sudah ditandai pada 2011. Di lokasi itu, dicurigai pertama oleh perusahaan energi dan dilihat secara singkat oleh kendaraan otonom pada tahun 2017. Tetapi tidak pernah diperiksa sepenuhnya.

Berbekal penelitian ekstensif tentang kapal Industry dan video dari ROV, tim kini telah mengkonfirmasi bahwa bangkai kapal tersebut kemungkinan besar adalah brig Industry.

Tim ilmuwan tersebut dipimpin Wakil Presiden Senior SEARCH Inc James Delgado, Ph.D., Arkeolog kelautan untuk US Bureau of Ocean Energy Management (BOEM) Scott Sorset dan dari SEARCH Inc. Michael Brennan, Ph.D.

Kapal penangkap paus itu dibangun pada tahun 1815 di Westport, Massachusetts, dan berburu paus melintasi Samudra Atlantik, Karibia, dan Teluk Meksiko selama 20 tahun.

Kapal itu hilang ketika badai yang kuat mematahkan tiang-tiangnya dan merusak lambung pada 26 Mei 1836.

Ketika itu, marak perburuan paus, terutama spesies paus sperma dengan lokasi lebih dari 70 mil dari muara Sungai Mississippi.

Ini adalah satu-satunya kapal penangkap paus yang diketahui telah hilang di Teluk Meksiko dari 214 pelayaran penangkapan paus tahun 1780-an hingga 1870-an.

Kapal Industry akhirnya tenggelam. Ada beberapa misteri tentang apa yang terjadi pada kru.

Berkat penelitian terbaru oleh Robin Winters, seorang pustakawan di Perpustakaan Umum Westport, nasib kru akhirnya jelas.

Winters melacak artikel tanggal 17 Juni 1836 di Nantucket Inquirer and Mirror yang melaporkan awak kapal Industry dijemput di laut oleh kapal penangkap paus Westport lainnya, Elizabeth. Awak kapal berhasil diselamatka ke Westport.

“Ini sangat beruntung bagi orang-orang di kapal,” kata Delgado, yang bekerja sama dengan Winters dan beberapa sejarawan lokal lainnya untuk mengkonfirmasi identitas Industry.

“Jika kru kulit hitam mencoba pergi ke darat, mereka akan dipenjara di bawah hukum setempat. Dan jika mereka tidak dapat membayar uang mereka selama di penjara, mereka akan dijual sebagai budak.”

SEARCH Inc., bekerja sama dengan BOEM, berencana menominasikan lokasi bangkai kapal untuk Daftar Tempat Bersejarah Nasional.

“BOEM bangga menjadi bagian dari penemuan penting ini,” kata Direktur BOEM Amanda Lefton.

“Kami bekerja keras dengan mitra kami untuk melindungi harta bersejarah dan budaya di landas kontinen terluar.”

Exit mobile version