Darilaut – Bencana banjir beruntun menimpa sejumlah lokasi pemukiman warga di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, banjir kembali terjadi merendam 1.469 rumah di Kecamatan Sokan, Minggu (13/9).
Tahun ini, banjir di Bone Bolango terjadi pada Juni, Juli dan Agustus. Ribuan warga terdampak akibat banjir tersebut.
Di bulan September, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mencatat sedikitnya tiga orang warga meninggal dunia dan satu orang dinyatakan hilang dalam bencana banjir bandang yang terjadi di Bone Bolango.
Banjir di Bone Bolango terjadi pada Selasa (7/9) memaksa kurang lebih 1.500 warga mengungsi ke beberapa lokasi, termasuk rumah para kerabat.
Sebanyak 73 unit rumah dilaporkan rusak berat dan 41 unit lainnya rusak ringan. Lokasi ini berada di Desa Kaidundu Barat, Desa Mopuya, Desa Mamungaa dan Desa Mamungaa Timur, Kecamatan Bulawa.
Hingga saat ini Tim SAR bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bone Bolango masih melakukan pencarian dan evakuasi korban.
Selain itu, TRC BPBD Kabupaten Bone Bolango bersama Tagana Dinsos dan BPBD Provinsi Gorontalo mendirikan pos dapur umum di dua titik.
Koramil 05/Bonepantai bersama Aparat Kecamatan dan Babinkamtibmas juga mendirikan posko kesehatan dan dapur umum di Desa Mamungaa.
Di Melawi, banjir kembali terjadi dan merendam 1.469 rumah di Kecamatan Sokan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Melawi telah melaporkan bahwa banjir juga terjadi pada Minggu (6/9) dan Jumat (11/9).
Bencana banjir tersebut mengakibatkan seorang warga meninggal dunia, sebanyak 1.469 KK/5.369 jiwa terdampak dan sedikitnya 70 KK/300 jiwa terpaksa mengungsi.
TRC BPBD Melawi telah berkoordinasi dengan SAR untuk evakuasi warga karena banyak anak-anak yang terjebak di rumah. Tinggi muka air dilaporkan bervariasi dari 60 sampai 250 sentimeter.
Pihak Pemerintah Kecamatan Melawi dan perangkat desa telah memberikan bantuan dan terus mengupayakan bantuan berupa logistik maupun peralatan.
BNPB meminta agar pemangku kebijakan di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana.*
