Acara ini mempertemukan para ahli dari berbagai negara pegunungan untuk berbagi pengalaman serta mengkaji bagaimana negara-negara dapat lebih siap menghadapi dan mengelola bahaya yang terus berkembang.
Risiko-risiko ini muncul seiring dengan perubahan pesat yang terjadi pada lingkungan dataran tinggi. Laporan WMO berjudul State of Global Water Resources 2025 mengungkap seluruh wilayah yang memiliki gletser di dunia mencatat hilangnya massa es bersih (net ice loss) selama empat tahun berturut-turut pada tahun 2025.
Saat membuka webinar tersebut, Anjali Lohani—kepala global untuk investasi ketangguhan air dan iklim di Global Water Partnership Organisation—menekankan perlunya mengaitkan kesiapsiagaan dengan perencanaan investasi dan pendanaan iklim.
Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa sistem pemantauan, peringatan, dan kesiapsiagaan dapat mengimbangi risiko yang terus berubah.
Seiring menyusutnya gletser dan berubahnya lingkungan pegunungan tinggi, bahaya di wilayah pegunungan menjadi semakin kompleks, sehingga memerlukan pemantauan, prakiraan, peringatan dini, dan kesiapsiagaan yang lebih baik, kata Narelle van der Wel, kepala Unit Pemantauan, Prakiraan, dan Layanan Kriosfer WMO.



