Banjir Melanda Aceh Tamiang

Kondisi banjir di Desa Jambo Rombong, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (11/7). FOTO: BPBD Kabupaten Aceh Tamiang/BNPB

Darilaut – Banjir melanda Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (11/7) Pukul 01.00 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir dengan tinggi permukaan air mencapai 100 sentimeter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang mencatat Sebanyak 720 jiwa terdampak, dengan lokasi banjir di Kecamatan Bandar Pusaka, Desa Jambo Rombong.

BPBD Kabupaten Aceh Tamiang menginformasikan bahwa saat ini banjir berangsur surut. Selain itu, langkah preventif juga dilakukan dengan melakukan kaji cepat untuk melakukan pendataan dan berkordinasi dengan pihak terkait.

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Aceh Tamiang berpotensi mengalami hujan ringan.

Dilihat dari lokasi yang sebagian besar dataran rendah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, masyarakat dapat memantau informasi prakiraan cuaca melalui BMKG, serta memeriksa potensi bencana di sekitar wilayah melalui InaRisk.

Sementara itu, banjir juga melanda wilayah Kabupaten Aceh Jaya, yang meluas akibat luapan Sungai Krung Masin yang terjadi setelah hujan turun dengan intensitas tinggi pada Sabtu (10/7).

Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Aceh Jaya, kurang lebih 262 unit rumah terendam banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) 20-70 sentimeter.

Banjir tersebut telah berdampak pada 452 jiwa yang tinggal di dua desa dan enam gampong di Kecamatan Darul Hikmah.

Adapun rincian wilayah yang terdampak banjir tersebut meliputi Desa Lam Tengoh, Desa Panton Krueng, Gampong Baro, Gampong Alue Gajah, Gampong Gunong Cut, Gampong Ujong Rimba, Gampong Sayeung dan Gampong Babah Dua.

BPBD Kabupaten Aceh Jaya telah meninjau lokasi, melakukan kaji cepat dan membantu proses evakuasi para warga yang terdampak bersama tim gabungan dari lintas instansi terkait. Dalam hal ini, kebutuhan yang mendesak di lapangan adalah sembako bagi para warga terdampak banjir.

Exit mobile version