Rabu, Oktober 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Membangun Variabel Iklim dan Ekosistem di Maladewa

redaksi
20 September 2026
Kategori : Berita, Iklim
0
Membangun Variabel Iklim dan Ekosistem di Maladewa

Survei vegetasi pesisir di Pulau Uligamu, Maladwa, dalam kegiatan lapangan Global Ecosystems Atlas National Mapping Accelerator. FOTO: JAMES COOK UNIVERSITY/WMO

Darilaut – Data iklim biasanya disusun berdasarkan Variabel Iklim Esensial atau Essential Climate Variables (ECV) seperti suhu, curah hujan, atau permukaan laut—yang didefinisikan dan distandardisasi oleh Global Climate Observing System (GCOS).

Inti dari proyek percontohan ini adanya perubahan metodologis.

Sebaliknya, ekosistem dipahami melalui konsep Kelompok Fungsional Ekosistem atau EFG (Ecosystem Functional Groups), seperti terumbu karang berbatu di zona subtidal, hutan dan semak belukar di zona intertidal, atau hutan hujan dataran rendah tropis, sebagaimana didefinisikan oleh IUCN.

Hingga saat ini, kedua kerangka kerja tersebut sebagian besar berjalan secara terpisah. Proyek percontohan Work Package 3 (WP3) di Maladewa berupaya untuk menyatukan keduanya.

Melansir Wmo.int dengan menghubungkan Variabel Iklim Esensial (Essential Climate Variables atau ECV) dan EFG, United Nations University – Institute for Environment and Human Security (UNU-EHS) sedang mengembangkan kerangka kerja untuk memahami dan menilai kerentanan ekosistem terhadap perubahan iklim.

Hal ini memungkinkan para pengambil keputusan untuk mengetahui di mana solusi berbasis alam dapat memperkuat ketahanan.

Terlepas dari kompleksitas teknis dalam pelaksanaannya, proyek percontohan ini menandai perubahan nyata: dari sekadar mengamati iklim menjadi memahami dampaknya serta mengambil tindakan nyata berdasarkan pemahaman tersebut.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: MaladewaPerubahan IklimUNU-EHSWMOWork Package 3
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Maladewa Beradaptasi dan Menyelaraskan Data Iklim Menjadi Tindakan Nyata

Next Post

Kementerian Pariwisata Meminta Aparat Mengusut Semua Pihak yang Terlibat Perburuan Penyu di Raja Ampat

Postingan Terkait

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

14 Oktober 2026
Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

Pemanasan di Pasifik khatulistiwa Diprediksi Akan Tetap Berada di Atas Ambang Batas El Niño

14 Oktober 2026

Pasifik Khatulistiwa Bagian Barat di Utara Indonesia Titik Awal Siklus El Nino

Fenomena El Nino-Southern Oscillation Erat Kaitannya dengan Arus Lintas Indonesia

Bibit Siklon Tropis 96W Berada di Dekat Mikronesia

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

Sejumlah Mahasiswa UNG Juara Kompetisi Nasional

Anomali Kondisi Suhu di Seluruh Dunia

Next Post
Hari Keanekaragaman Hayati dan Penyu di Pantai Manado Utara

Kementerian Pariwisata Meminta Aparat Mengusut Semua Pihak yang Terlibat Perburuan Penyu di Raja Ampat

TERBARU

Forum Jurnalis ASEAN Serukan Pelindungan Karya Jurnalistik

Pemanasan di Pasifik khatulistiwa Diprediksi Akan Tetap Berada di Atas Ambang Batas El Niño

Pasifik Khatulistiwa Bagian Barat di Utara Indonesia Titik Awal Siklus El Nino

Fenomena El Nino-Southern Oscillation Erat Kaitannya dengan Arus Lintas Indonesia

Bibit Siklon Tropis 96W Berada di Dekat Mikronesia

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

AmsiNews

REKOMENDASI

Perkuat Kapasitas, LIPI Buka Pelatihan Indeks Kesehatan Mangrove

Prakiraan Musim Penghujan BMKG Akan Lebih Akurat

Anambas, Jadi Pionir Industri Perikanan dan Pariwisata Berkelanjutan

Kasus Malaria di Indonesia Terbesar ke 2 di Asia

Bakamla dan Konjen Singapura Bahas Keamanan Laut Perbatasan

Hari Bumi, Berinvestasilah di Ekosistem Mangrove

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.