Banjir Melanda Pulang Pisau, Kapuas Hulu, Kotawaringin Barat dan Aceh Timur

Kondisi rumah warga terdampak banjir di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Selatan. FOTO: BPBD Kabupaten Kapuas Hulu/BNPB

Darilaut – Dalam sepekan terakhir, dilaporkan banjir melanda sejumlah wilayah di Indonesia seperti di Pulang Pisau, Kapuas Hulu, Kotawaringin Barat dan Aceh Timur.

Di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, banjir terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Banama Tinggang, pada Senin (23/8). Peristiwa yang terjadi pada pukul 07.00 WIB tersebut merendam 9 desa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau melaporkan tidak ada korban jiwa atau pun luka-luka akibat kejadian ini.

Perwakilan BPBD Provinsi Kalimantan Tengah Tekson, Selasa (24/8), mengatakan tidak ada warga yang mengungsi akibat banjir di sejumlah desa terdampak.

Sejak terjadinya banjir, personel BPBD telah melakukan upaya penanganan darurat bencana, seperti pemantauan warga yang membutuhkan evakuasi maupun koordinasi dengan unsur terkait dan aparat desa maupun kecamatan.

Di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Selatan, banjir yang merendam rumah warga di 11 desa di tiga kecamatan. BPBD kabupaten mencatat Saat banjir terjadi sebanyak 1.355 KK terdampak saat banjir terjadi sejak Kamis lalu (19/8).

BPBD Kabupaten Kapuas Hulu melaporkan banjir surut terpantau pada Rabu (25/8). Pascabanjir para warga bergotong royong untuk membersihkan tempat tinggal dari material lumpur dan sampah yang terbawa pada saat terjadi banjir.

Tercatat kebutuhan mendesak antara lain makanan pokok, makanan pelengkap dan air bersih.

BPBD Kapuas Hulu berkoordinasi dengan perangkat desa setempat untuk mengingatkan warga terhadap potensi bahaya banjir. Bentuk peringatan dini ini disampaikan melalui surat yang ditujukan kepada seluruh Kecamatan dibawah wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.

Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat mengambil langkah-langkah mitigasi dalam mengurangi bahaya risiko banjir.

Desa-desa terdampak di tiga kecamatan antara lain Desa Temuyuk, Desa Suruk, Desa Beringin, Desa Bakong Permai, Desa Pantas Bersatu, Desa Nanga Semangut, dan Desa Semangut Utara di Kecamatan Bunut Hulu.

Di Kecamatan Mentebah, desa terdampak yaitu Desa Nanga Mentebah dan Tanjung Intan. Selanjutnya di Kecamatan Boyan Tanjung, desa terdampak di Desa Nanga Boyan dan Nanga Danau.

Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah tetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir di wilayahnya pada Senin (23/8).

Sesuai Surat Keputusan Bupati Kotawaringin Barat Nomor 360/17/BPBD.IV.2/VIII/2021, Status Tanggap Darurat tersebut berlaku selama 14 hari terhitung mulai tanggal 23 Agustus hingga 5 September 2021.

Penetapan status tanggap darurat tersebut menyikapi kejadian banjir yang terjadi di 9 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Arut Utara, pada Sabtu (21/8).

BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat melaporkan, banjir yang terjadi dipicu oleh luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kecamatan Arut Utara dan juga fenomena alam pasang surutnya air laut.

Adapun wilayah yang terdampak yaitu Desa Sambi, Desa Sungai Dau, Desa Pandau, Desa Panahan, Desa Riam, Desa Kerabu, Desa Panyombaan, Desa Gandis, Desa Sukarami yang berada di Kelurahan Pangkut.

Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Selasa (24/8) mencatat sebanyak 255 kk atau 560 jiwa terdampak. 3 kk di antaranya harus mengungsi ke rumah kerabat.

Kerugian materil tercatat sebanyak 255 unit rumah terendam, 4 unit fasilitas pendidikan terdampak, 3 unit tempat ibadah terdampak, 1 unit jembatan terdampak, dan jalan desa sepanjang 50 m tergenang.

Tinggi Mata Air saat kejadian dilaporkan berkisar antara 50 hingga 150 sentimeter.

Banjir yang melanda tiga desa di Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, telah surut pada Rabu (25/8). Kejadian yang berlangsung pada Selasa lalu (24/8) dipicu hujan beberapa hari sehingga debit air sungai setempat meluap.

BPBD Kabupaten Aceh Timur tetap bersiaga menghadapi potensi banjir susulan di wilayahnya. BPBD setempat berkoordinasi dengan para geuchik atau kepala desa untuk mengingatkan warga terhadap potensi bahaya banjir.

Di samping itu, BPBD bekerja sama dengan tenaga kesejahteraan sosial anak yang dikoordinasikan dinas sosial setempat untuk kesiapsiagaan menghadapi bahaya.

Exit mobile version