Banjir Melanda Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah

Tim gabungan membantu penanganan serta pembersihan sisa material banjir bandang di Kecamatan Bolaang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, pada Jumat (29/5). FOTO: BPBD Kabupaten Bolaang Mongondow/BNPB

Darilaut – Hujan dengan intensitas tinggi di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi selatan dan Sulawesi Tengah memicu terjadinya banjir di sejumlah wilayah di bulan Mei.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  mencatat banjir terjadi di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Rabu (27/5). Peristiwa tersebut berdampak pada 314 kepala keluarga atau 968 jiwa.

Sebanyak 215 kepala keluarga atau 747 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, sementara 468 unit rumah terdampak genangan.

Wilayah terdampak meliputi Kelurahan Pakowa di Kecamatan Wanea; Kelurahan Paal IV di Kecamatan Tikala; Kelurahan Dendengan Dalam di Kecamatan Paal Dua; serta Kelurahan Komo dan Ternate Tanjung di Kecamatan Wenang.

Banjir juga terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Rabu (27/5),  berdampak pada 181 kepala keluarga atau 601 jiwa.

Selain itu, 12 unit rumah mengalami kerusakan dan 134 unit rumah terdampak.

Wilayah terdampak meliputi Desa Solimandungan I, Solimandungan II, Solimandungan Baru dan Komangaan di Kecamatan Bolaang.

BNPB juga memantau sejumlah kejadian yang masih berada dalam tahap penanganan dan pengkinian data, seperti di Provinsi Gorontalo.

Banjir bandang melanda Kabupaten Gorontalo Utara pada Selasa (26/5), masih menjadi salah satu kejadian menonjol.

Bencana tersebut berdampak pada 747 kepala keluarga atau 3.524 jiwa, 724 unit rumah terdampak, tiga unit rumah hanyut serta 20 unit rumah mengalami rusak berat.

Wilayah terdampak meliputi Desa Biau, Bualo, Omuto, Didingga dan Luhuto di Kecamatan Biau.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menetapkan status tanggap darurat sejak Selasa (26/5) hingga Rabu (24/6).

Saat ini banjir telah surut dan BPBD bersama lintas sektor terus melakukan asesmen pascabencana, pembersihan lingkungan serta penyaluran bantuan makanan siap saji kepada masyarakat terdampak.

Banjir bandang dan longsor menerjang Kabupaten Bone Bolango, pada Selasa (26/5).  Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango, Achril Yoan Babyonggo, mengatakan banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah pesisir Desa Muara Bone, Kecamatan Bone.

Banjir merendam sedikitnya 35 unit rumah warga, serta mengakibatkan 1 unit rumah milik warga hancur total dan hanyut terbawa derasnya arus material.

Di Sulawesi Selatan, BNPB mencatat banjir di Kabupaten Luwu Utara yang terjadi pada Rabu (13/5), masih menjadi salah satu kejadian yang terus dipantau BNPB. Pemerintah Kabupaten Luwu Utara memberlakukan status tanggap darurat hingga Selasa (16/6).

Wilayah terdampak meliputi Desa Beringin Jaya, Lembang-Lembang, Polewali dan Mekarsari Jaya di Kecamatan Baebunta Selatan; Desa Pombakka, Limbang Wara, Waelawi, Cenning dan Wara di Kecamatan Malangke Barat; Desa Tolada, Pattimang, Pettalandung, Putemata, Tingkara, Ladongi, Salekoe, Malangke, Pince Pute, Benteng, Takkalala, Tokke, Tandung dan Girikusuma di Kecamatan Malangke; Desa Baloli di Kecamatan Baebunta; Desa Ujung Mattajang di Kecamatan Mappedeceng; Desa Pongko dan Batangtongka di Kecamatan Bone-Bone; serta Desa Bungadidi di Kecamatan Tanalili.

Bencana ini berdampak pada 3.685 kepala keluarga atau 13.114 jiwa. Sebanyak 14 jiwa masih mengungsi dan 3.685 unit rumah terdampak.

Di Sulawesi Tengah, banjir melanda Kabupaten Poso karena hujan deras memicu luapan air Sungai Betalemba dan robohnya tanggul pada Sabtu (30/5). Wilayah terdampak berada di Desa Betalemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan. Sebanyak 25 kepala keluarga (KK) terdampak akibat kejadian tersebut. Kerugian material tercatat berupa 25 unit rumah terdampak, satu ruas jalan, dan satu tanggul sungai yang roboh.

Banjir juga melanda Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada Senin (25/5). Luapan air membanjiri area persawahan, empang, hingga permukiman warga yang berada di 3 Desa yakni Desa Sibalago di Kecamatan Toribulu, Desa Tolai di Kecamatan Torue, dan Desa Balinggi Jati di Kecamatan Balinggi.

Sebanyak 30 unit rumah dilaporkan terdampak. Selain rumah, banjir juga berdampak pada jalan penghubung antar desa, area persawahan, dan empang milik warga. Karena arus yang deras, kendaraan roda dua sempat dilarang melewati wilayah terdampak banjir. Hingga kini masih dilakukan pendataan kerugian dan dampak akibat peristiwa tersebut.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi maupun kebakaran hutan dan lahan.

Pemerintah daerah diharapkan memastikan kesiapan personel, peralatan dan langkah mitigasi, sementara masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca, menghindari aktivitas pembakaran lahan serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan potensi ancaman bencana di wilayahnya.

Exit mobile version