Banjir Rob Terjadi di Kota Pangkal Pinang

Ilustrasi laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Banjir rob dilaporkan terjadi di Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, pada Minggu (7/12).

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kejadian banjir rob ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB setelah air laut pasang di sekitar pesisir Kota Pangkal Pinang.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan patroli dan mendapati genangan air di beberapa titik.

Ketinggian air berkisar antara 20-40 sentimeter. Pasang air laut tersebut diperkirakan naik selama 5 jam dari pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.

Adapun lokasi terdampak berada di Kecamatan Gabek, Kecamatan Pangkal Balam, Kecamatan Bukit Intan dan Kecamatan Taman Sari.

Data sementara mencatat, 643 rumah terdampak dengan rincian 60 rumah di Kelurahan Selindung, 85 rumah di Rejosari, 52 rumah di Pasir Putih, 230 rumah di Opas Indah dan 207 rumah di Genas.

Kondisi hingga Selasa (9/12) air sudah surut dan mayoritas warga sudah mulai aktifitas seperti biasa.

Peristiwa banjir rob terjadi di Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada Minggu (7/12).

Kejadian ini dipicu rusaknya tanggul abrasi pantai sehingga air laut merendam pemukiman warga.

Dilaporkan 243 unit rumah terdampak, satu unit rusak berat dan dua unit rumah rusak ringan.

Berdasarkan pemantauan di lokasi kejadian pada Senin (8/12), banjir rob telah surut.

BNPB juga mencatat kejadian banjir pasang terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, pada Minggu (7/12). Banjir rob tersebut dilaporkan menggenangi lima desa dan satu kelurahan.

Lokasi terdampak adalah Kecamatan Pulau Tiga Barat, Bunguran Batu, dan Bunguran Barat.

Sebanyak 19 kepala keluarga (KK) terdampak peristiwa ini. Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna mendata kerugian materil berupa 12 unit rumah terdampak dan tiga akses jalan terdampak.

Exit mobile version