Begini Cara Menghindar dari Rip Current

Rip Current

YOUTUBE/MAZAYA FC

BAGAIMANA menyiasati bila terjadi Rip Current atau arus yang bergerak dari pantai menuju ke laut ketika sedang mandi, berenang atau berwisata di pantai selatan Jawa?

Kepala Laboratorium Data Laut & Pesisir Pusat Riset Kelautan Badan Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr Ing Widodo S Pranowo, memberikan tips menghindar bila terseret Rip Current, sebagai berikut:

1. Jangan panik.

2. Jangan berenang menuju ke pantai karena akan menguras tenaga.

3. Usahakan mengapung atau berenang menuju ke arah lepas pantai mengikuti RIP Current hingga energi Rip Current tersebut hilang atau berkurang. Kemudian berenang menuju ke pantai, tetapi ke sisi kanan atau kiri dari zona Rip Current tersebut.

Lebih lanjut, Widodo memberikan tips bagi yang ingin bermain air atau mandi di pantai selatan Jawa:

1. Survei dengan pandangan mata untuk mengenali area potensi terjadinya Rip Current.

2. Caranya, kita berdiri di pantai menghadap ke laut. Apabila terlihat ada permukaan laut yang tenang diapit sejumlah gelombang pecah di kanan kirinya, maka muka air yang tenang tersebut bisa jadi ada Rip Current. Ini berbahaya.

Bagi pengelola wisata pantai di selatan jawa, Widodo menyarankan:

1. Identifikasi zona-zona Rip Current, lalu pasang tanda peringatan untuk tidak boleh berenang/bermain air di zona-zona Rip Current tersebut.

2. Secara berkala, zona-zona tersebut dicek apakah ada pergeseran zona ataukah tidak. Bila bergeser, maka papan peringatan pun turut digeser.

3. Dapat juga dipasang papan besar edukasi untuk pengunjung secara teks dan gambar tentang Rip Current tersebut.

Di pantai selatan Jawa, setiap hari sepanjang tahun memang ada gelombang dan ada Rip Current.

Namun periode sekitar Juni hingga November, kondisi angin dari Samudera Hindia lebih kencang dan membangkitkan gelombang yang tinggi dengan frekuensi yang tinggi pula.

Frekuensi gelombang tersebut meningkat probabilitas terbentuknya Rip Current di lokasi-lokasi tertentu yang memiliki geomorfologi pembentuk Rip Current.

Hal ini berkorelasi dengan banyaknya kasus terseretnya pengunjung wisata pantai di selatan Jawa pada periode bulan-bulan tersebut.*

KRONOLOGI.ID

 

Exit mobile version