2. Secara berkala, zona-zona tersebut dicek apakah ada pergeseran zona ataukah tidak. Bila bergeser, maka papan peringatan pun turut digeser.
3. Dapat juga dipasang papan besar edukasi untuk pengunjung secara teks dan gambar tentang Rip Current tersebut.
Di pantai selatan Jawa, setiap hari sepanjang tahun memang ada gelombang dan ada Rip Current.
Namun periode sekitar Juni hingga November, kondisi angin dari Samudera Hindia lebih kencang dan membangkitkan gelombang yang tinggi dengan frekuensi yang tinggi pula.
Frekuensi gelombang tersebut meningkat probabilitas terbentuknya Rip Current di lokasi-lokasi tertentu yang memiliki geomorfologi pembentuk Rip Current.
Hal ini berkorelasi dengan banyaknya kasus terseretnya pengunjung wisata pantai di selatan Jawa pada periode bulan-bulan tersebut.*





Komentar tentang post