Darilaut – Hingga Saat ini belum diketahui penyebab pasti kecelakaan pesawat Sam Air di Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama tim teknis terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Pesawat Sam Air jatuh di areal tambak Desa Imbodu, Kecamatan Randangan, dekat bandara Panua Pohuwato, pada Minggu (20/10).
Pada Kamis (24/10) tim KNKT melakukan kunjungan di Polda Gorontalo. Dalam kunjungan tersebut, tim KNKT menyampaikan apresiasi atas kinerja cepat dan profesional Polda Gorontalo dalam proses evakuasi kecelakaan pesawat yang terjadi di Pohuwato.
Apresiasi ini disampaikan langsung tim KNKT dalam pertemuan di ruang lobi Presisi, yang turut dihadiri oleh para pejabat utama Polda Gorontalo.
Ketua Tim KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan bahwa Polda Gorontalo telah memberikan kontribusi penting dalam menjaga keamanan dan kelancaran evakuasi.
Kinerja Polda Gorontalo sangat membantu dalam memastikan area kecelakaan tetap aman dan terkoordinasi dengan baik selama investigasi berlangsung, kata Nurcahyo.
Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Pudji Prasetijanto Hadi, mengatakan, setelah menerima laporan kecelakaan, tim gabungan segera dikerahkan ke lokasi untuk melaksanakan langkah-langkah penyelamatan dan pengamanan.
“Evakuasi berjalan dengan baik berkat koordinasi intensif antara Polda Gorontalo, tim medis, dan pihak berwenang lainnya di lapangan,” ujar Kapolda seperti dikutip dari Tribratanews.gorontalo.polri.go.id.
Selain itu, pihak TNI dan Basarnas turut berkolaborasi dalam operasi tersebut, sehingga proses penanganan korban bisa dilakukan secara cepat dan efektif.
Polda Gorontalo berkomitmen untuk mendukung penuh proses investigasi agar penanganan kasus ini berjalan transparan dan tuntas.
Dengan sinergi lintas instansi, diharapkan penanganan kecelakaan pesawat ini dapat menjadi contoh penanggulangan yang baik dalam situasi darurat di masa mendatang.
