Dalam Jurnal Oseana, Volume 45, Nomor 1 Tahun 2020: 70-8, dengan judul “Karakteristik Biologi Kuda Laut (Hippocampus spp.) Sebagai Pengetahuan Dasar Budidaya” Setyono memberikan sejumlah hal terkait dengan karakteristik biologi kuda laut yang perlu diupayakan pada lingkungan budidaya.
Pertama, kondisi lingkungan budidaya (massa air) dijaga/diatur relatif tenang supaya kuda laut dapat mengatur keseim-bangan daya apungnya. Aliran air (arus) dan aerasi diatur pada posisi rendah.
Kedua, perlu disediakan substrat sebagai tempat kuda laut menambatkan diri.
Ketiga, pakan diberikan dalam kondisi hidup (live food) dan melayang di kolom air.
Keempat, ukuran pakan harus sesuai dengan ukuran bukaan mulut kuda laut supaya bisa ditelan.
Kelima, perlu pemasangan lampu (intensitas cahaya) supaya kuda laut dapat melihat mangsanya untuk ditangkap.
Keenam, pasangan kuda laut perlu dijaga supaya tetap hidup sehat karena mayoritas kuda laut setia dan hanya mau kawin dengan pasangannya.
Ketujuh, induk kuda laut perlu diberikan makanan yang mengandung nutrisi tinggi untuk menjaga kesuburan dan kualitas sperma dan telurnya.
Kedelapan, suhu air budidaya diupayakan atau diatur stabil pada 28 derajat C. Karena suhu tersebut yang optimum untuk tingkat pembuahan, perkembangan embrio, dan penetasan telur kuda laut.





Komentar tentang post