Darilaut – Bibit siklon tropis 96S (Tropical Low 08U) berpeluang tinggi untuk menjadi siklon tropis.
Saat ini, Minggu (28/12) bibit 96S terletak di selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) atau utara barat laut Broome, Australia Barat.
Sistem ini memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, kata Joint Typhoon Warning Center (JTWC).
Sistem mengemas kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 45–50 km per jam (23–28 knot).
Analisis JTWC menunjukkan lingkungan yang menguntungkan untuk perkembangan dengan aliran keluar ke arah kutub dan khatulistiwa yang baik, geser angin rendah (10 hingga 15 knot), dan suhu permukaan laut yang hangat (29 – 30°C).
Menurut Bureau of Meteorology (BOM) Australia, 08U dengan jarak 660 kilometer barat laut Broome dan 680 kilometer barat laut Derby.
Angin kencang di dekat pusat badai 45 kilometer per jam dengan hembusan angin hingga 85 kilometer per jam, kata BOM.
BOM mengatakan 08U bergerak ke selatan barat daya dengan kecepatan 7 kilometer per jam. Pada hari Senin (29/12), badai ini diperkirakan akan berkembang menjadi siklon tropis dan berbelok ke tenggara, menuju pantai barat Kimberley.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan Bibit Siklon Tropis 96S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan di wilayah Indonesia dalam 24 Jam hingga 29 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.
Dampak tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Angin kencang di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Tinggi Gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, perairan selatan Pulau Bali hingga Pulau Timor, Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan, dan Laut Sawu.
Tinggi Gelombang kategori tinggi (2,5 – 4,0 m) di wilayah Samudra Hindia selatan Bali Tengah hingga Nusa Tenggara Timur, kata BMKG.
