Darilaut – Bibit siklon tropis 96S (Tropical Low 08U) memiliki peluang sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis, pada Minggu (28/12).
Sistem yang terletak di selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut dapat membawa hujan, angin kencang dan gelombang tinggi.
Sistem ini memiliki peluang sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, menurut Joint Typhoon Warning Center (JTWC).
Bibit siklon tropis 96S mengemas kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 35–45 km per jam (18–23 knot).
Tekanan permukaan laut minimum diperkirakan mendekati 1003 hPa (hektopaskal), kata JTWC.
Analisis menunjukkan lingkungan yang menguntungkan untuk perkembangan dengan aliran keluar tingkat atas ke arah kutub, geser angin rendah hingga sedang (15 hingga 20 knot), dan suhu permukaan laut yang hangat (29 hingga 30°C).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan bibit siklon tropis 96S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan di wilayah Indonesia hingga 28 Desember 2025 pukul 19.00 WIB.
Dampak tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, serta angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
Tinggi Gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di wilayah perairan selatan JawaTengah hingga Jawa Timur, perairan selatan Pulau Bali hingga Pulau Timor, dan Laut Sawu.




