Darilaut – Bibit Siklon Tropis 90S (Tropical Low 10U) saat ini terletak di dekat Pulau Enggano Bengkulu, Samudra Hindia, Selasa (30/12).
Menurut Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bibit Siklon Tropis 90S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 Jam, pada 30 Desember 2025 pukul 19.00 WIB.
Dampak tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di wilayah Lampung, Banten, DK Jakarta, dan Jawa Barat.
Tinggi Gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di Samudra Hindia Barat Bengkulu hingga Lampung dan Samudra Hindia Selatan Banten hingga Jawa Barat, kata BMKG
Prediksi BMKG dalam 24 jam ke depan intensitas sistem ini cenderung persisten dengan pergerakan yang stasioner namun perlahan bergerak ke tenggara.
Kecepatan angin mencapai 20 knot di selatan dan utara sistem. Pada 24-72 sistem ini akan cenderung mengalami sedikit peningkatan dengan kecepatan angin maksimum 20-25 knot di kuadran utara hingga timur laut dengan pergerakan ke arah tenggara.
Secara umum, menurut BMKG, potensi Bibit Siklon Tropis 90S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 – 72 jam ke depan dalam kategori Rendah.
Biro Meteorologi (Bureau of Meteorology – BOM) Australia mengatakan 10U terbentuk di dekat Indonesia, mungkin akan melewati dekat Pulau Christmas pada hari Kamis (1/1/2026).
10U diperkirakan akan bergerak ke tenggara dan mungkin memasuki Wilayah Australia pada Rabu malam atau Kamis.
Sistem ini diperkirakan akan melewati dekat Pulau Christmas pada hari Kamis, membawa angin kencang dan peningkatan curah hujan.
Mulai Jumat, pergerakan Tekanan Rendah Tropis 10U menjadi lebih tidak pasti, kata BOM.
Menurut BMKG 90S mulai terbentuk pada 29 Desember 2025 pukul 13.00 WIB di Samudra Hindia barat daya Lampung.
Pada Senin (29/12) malam pusat sirkulasi masih berada masih di Samudra Hindia barat daya Lampung, berada di Area of Responsibility (AoR) TCWC Jakarta.
Kecepatan angin maksimum yang terpantau saat ini 15 knot (30 km per jam) dengan tekanan udara minimum 1009 hPa.
Pengamatan citra satelit oleh BMKG dalam 6 – 12 jam terakhir menunjukkan adanya aktivitas konvektif di sekitar sistem dengan pola perawanan yang masih fluktuatif terutama di barat hingga utara pusat sirkulasi.
Analisis angin perlapisan menunjukkan adanya sirkulasi lemah di lapisan permukaan ditandai dengan pola sirkulasi yang masih melebar. Pada lapisan 850 hingga 700 hPa (hektopaskal) sirkulasi lebih tertutup dan sejajar secara vertikal, sedangkan pada lapisan 500 hPa sirkulasi lebih seperti belokan angin. Pada lapisan 200 hPa masih belum terlihat pola yang menunjukkan divergensi.
Menurut BMKG bibit siklon tropis 90S didukung oleh didukung oleh aktifnya gelombang low frequency dan equatorial rossby.
Suhu muka air laut yang hangat 28 – 29°C di sekitar sistem, vertical wind shear dalam kategori lemah, kelembapan yang tinggi di semua lapisan, dan vortisitas positif dilapisan 850 – 500 hPa meskipun masih melebar.
Faktor yang menghambat pertumbuhan bibit siklon tropis 90S antara lain kovergensi lapisan bawah dan divergensi lapisan bawah yang lemah, kata BMKG.
