Darilaut – Sedikitnya 18 unsur nonpemerintah berpartisipasi dalam penanganan kebutuhan pengungsi serta warga terdampak gempa bumi dahsyat di Laut Flores magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) diikuti dengan tsunami, pada Sabtu (15/8) pagi.
Indonesian Humanitarian Coordination Platform (IHCP) atau Platform Koordinasi Kemanusiaan Indonesia Gempa Bumi dan Tsunami – Flores dan daerah sekitarnya mencatat sejumlah kebutuhan mendesak di wilayah terdampak Kabupaten Manggarai, Kabupate Sikka, Kabupaten Ende, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, Kabupate Manggarai Timur dan Kabupaten Manggarai Barat.
Kebutuhan mendesak tersebut di antaranya berupa tenda pengungsi, paket makanan siap saji, obat-obatan, generator, peralatan dapur, tandon air, selimut, dan tikar.
Kajian IHCP, kebutuhan lainnya adalah makanan pendamping ASI (MPASI), air bersih, MCK dan perlengkapan kebersihan (hygiene kit), layanan medis, tenaga medis/ambulans tambahan, pendampingan psikososial, baby kit, kebutuhan lansia dan pakaian layak pakai sesuai kebutuhan pengungsi (bayi, anak-anak, dewasa laki-laki dan perempuan).
Terdapat 18 unsur nonpemerintah yang telah merespon dan dikomunikasikan kepada IHCP:
● ASSPUK WLHL, menurunkan delapan pendamping lapangan di Pulau Flores.



