Darilaut – Bibit Siklon Tropis 90S saat ini masih berada di dekat Pulau Enggano, Bengkulu, Samudra Hindia, pada Selasa (30/12).
Sistem ini dengan jarak 228 km selatan barat daya Pulau Enggano atau 444 km barat daya Bandar lampung dan 534 km barat laut Pulau Christmas, Australia.
Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan Bibit Siklon Tropis 90S memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di wilayah Indonesia dalam 24 Jam hingga 31 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.
Dampak tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di wilayah Lampung, Banten, DK Jakarta, dan Jawa Barat, kata BMKG.
Tinggi Gelombang kategori sedang (1,25 – 2,5 m) di Samudera Hindia barat Bengkulu, Samudera Hindia selatan Banten hingga Jawa Tengah. Perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan dan Perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah.
Tinggi Gelombang kategori tinggi (2,5 – 4,0 m) di Samudera Hindia selatan Lampung, kata BMKG.
Prediksi BMKG, dalam 24 jam ke depan intensitas sistem ini cenderung mengalami peningkatan dengan kecepatan maksimum berkisar 20 – 25 knot terlihat di utara hingga timur sistem dengan pergerakan ke arah tenggara.
Selanjutnya, 48 – 72 jam ke depan sistem ini akan cenderung stasioner dengan pergerakan masih ke arah tenggara.
Secara umum, menurut BMKG, potensi Bibit Siklon Tropis 90S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 – 72 jam ke depan dalam kategori Rendah.
Bibit siklon tropis 90S (Tropical Low 10U) saat ini berada di dekat Sumatra, Indonesia. Sistem ini memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, kata Joint Typhoon Warning Center (JTWC).
90S mengemas kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 35 km per jam (20 knot). Tekanan permukaan laut minimum diperkirakan sekitar 1006 hPa (hektopaskal).
