Darilaut – Bibit Siklon Tropis 95S saat ini terletak di selatan Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, Samudra Hindia, pada Selasa (21/10) pagi.
Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC) mengatakan sistem ini memiliki peluang sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan.
Bibit 95S mengemas kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan sekitar 45–50 km per jam (23–27 knot). Tekanan permukaan laut minimum diperkirakan mendekati 1003 hPa (hektopaskal).
Analisis JTWC menunjukkan kondisi marjinal untuk perkembangan dengan geseran angin sedang hingga tinggi (15–20 knot), arus keluar yang kuat ke arah kutub, dan suhu permukaan laut yang hangat (29–30°C).
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bibit Siklon Tropis 95S terpantau berada di Samudra Hindia Barat daya Bengkulu, dengan kecepatan maksimum 20 knot, tekanan minimum sebesar 1006 hPa. Sistem ini bergerak ke arah Selatan – Barat Daya.
Bibit ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi) di Pesisir Barat Bengkulu hingga Lampung bagian Utara, dan di Samudra Hindia Barat Daya Lampung, kata BMKG.
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 93B terpantau berada di Samudra Hindia Barat Laut Aceh, dengan kecepatan maksimum 15 knot, tekanan minimum sebesar 1008 hPa, dan arah pergerakan ke arah Barat Barat Laut.
Bibit ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi) di Samudra Hindia Barat Aceh.
