Darilaut – Bibit siklon tropis telah mendarat di atas Pulau Hainan, pada Kamis (20/8). Bibit siklon tropis atau area tekanan rendah lainnya berada di timur Taiwan.
Sistem ini membawa hujan ke wilayah utara Laut Cina Selatan dan pesisir Guangdong. Secara lokal, curah hujan lebih dari 10 milimeter tercatat di wilayah bagian selatan dalam beberapa jam terakhir, menurut Observatorium Hong Kong (HKO).
HKO memperkirakan area tekanan rendah di sepanjang palung tekanan rendah dekat Pulau Hainan akan bertahan di sekitar Teluk Tonkin (Beibu Wan) hingga Semenanjung Leizhou, selanjutnya akan berkembang dalam beberapa hari ke depan.
Namun, kata HKO, terdapat ketidakpastian mengenai pergerakan selanjutnya, dengan kemungkinan berbelok ke arah timur dan bergerak lebih dekat ke pesisir Guangdong.
Palung tekanan rendah yang luas akan terus memengaruhi wilayah sekitar pesisir Cina selatan hingga perairan di sebelah timur Taiwan selama beberapa hari ke depan. Kondisi cuaca di wilayah tersebut akan cenderung tidak stabil.
HKO mengatakan area tekanan rendah (bibit siklon tropis) di sebelah timur Taiwan akan bertahan di bagian selatan Laut Tiongkok Timur selama beberapa hari ke depan.
Bibit 95W
Bibit siklon tropis 95W saat ini berada di atas wilayah Hainan, Tiongkok. Sistem ini memiliki peluang sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, kata Pusat Peringatan Topan Gabungan (JTWC).
Sistem mengemas kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan berkisar antara 35–45 km per jam (18–23 knot).
Tekanan minimum di permukaan laut diperkirakan berada di sekitar 998 hPa (hektopaskal).
Citra satelit menunjukkan adanya sirkulasi tingkat rendah yang luas dan memanjang, yang telah mengalami konsolidasi selama 6 hingga 12 jam terakhir.
Data lintasan satelit MetOp-B ASCAT menunjukkan sirkulasi luas yang berada di dalam palung di sebelah timur Hainan.
Analisis menunjukkan kondisi yang dapat mendukung bagi perkembangan sistem, dengan adanya wind shear (perubahan kecepatan/arah angin) tingkat sedang (15 hingga 20 knot) dan aliran keluar (outflow) tingkat sedang ke arah khatulistiwa,
Namun, kondisi ini diimbangi oleh suhu permukaan laut yang hangat (29 hingga 30°C) yang kondusif bagi perkembangan sistem yang lebih kuat.
95W diperkirakan berangsur-angsur akan menguat dan mengalami konsolidasi di Laut Cina Selatan.
Bibit 94W
Bibit siklon tropis 94W dengan nama Filipina ” Neneng” menguat menjadi depresi tropis dan saat ini berada di sebelah timur Taiwan atau selatan Kepulauan Ryukyu, Jepang.
Sistem ini memiliki peluang kecil untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, kata JTWC.
Bibit 94W mengemas kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan berkisar antara 35–45 km per jam (20–25 knot).
Tekanan permukaan laut minimum diperkirakan berada di sekitar 1002 hPa.
Sistem saat ini diklasifikasikan sebagai depresi monsun, menurut JTWC, yang umumnya dicirikan oleh sirkulasi siklonik berskala besar—dengan diameter lebih dari 1111 km—serta angin yang menguat di sisi tenggara dan inti yang lemah dengan kecepatan angin rendah.
Citra satelit menunjukkan pusat sirkulasi yang luas, dengan beberapa area perputaran yang terdapat di dalam pusat sirkulasi tingkat rendah tersebut.
Analisis JTWC menunjukkan kondisi yang mendukung perkembangan sistem, dengan geseran angin (wind shear) yang rendah (10 hingga 15 knot), aliran keluar (outflow) tingkat atas yang moderat ke arah ekuator, serta suhu permukaan laut yang hangat (29 hingga 30°C).
Kecepatan angin permukaan maksimum yang berkelanjutan diperkirakan mencapai 45–50 km per jam (23–27 knot).
