Jakarta – Stasiun Meteorologi Maritim Perak II Surabaya, Badan meteorologi, klimatologi dan geofisika (BMKG) menyelenggarakan Sekolah Lapang Nelayan (SLN) 2019 di Kabupaten Banyuwangi.
Kegiatan ini sebagai pembekalan pengetahuan dan pemahaman tentang cuaca dan iklim bagi para nelayan, penyuluh perikanan dan dinas perikanan di Provinsi jawa Timur.
Sebanyak 25 peserta mengikuti kegiatan sekolah lapang ini. Para peserta perwakilan dari kelompok nelayan, nelayan remaja, petugas penyuluh perikanan, petugas Simail Kementerian Kelautan dan Perikanan dan kelompok masyarakat pengawas di Banyuwangi.
Peserta dibekali berbagai pengetahuan terkait informasi meteorologi maritim. Seperti pengenalan informasi cuaca dan iklim kelautan, serta unsur-unsur yang ada di dalamnya. Dinamika kelompok juga dilakukan untuk membangun kebersamaan dan suasana belajar yang lebih bersemangat.
Para peserta tak hanya melakukan pembelajaran di kelas. Terdapat sesi pengenalan alat-alat pengamatan meteorologi di Stasiun Meteorologi Banyuwangi.
Kemudian, peserta diberikan bekal pengetahuan mengenai produk layanan dan diseminasi informasi meteorologi maritim BMKG.
Hal ini memperkaya pemahaman peserta terhadap ilmu meteorologi yang akan sangat membantu dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kabupaten Banyuwangi Hari Cahyo Purnomo mengatakan, Banyuwangi memiliki potensi pariwisata dan perikanan. Di Banyuwangi terdapat 25.500 nelayan di Banyuwangi dan 17 Pokmas.
Dilihat dari potensi laut, kata Hari, Banyuwangi saat ini sedang gencar melakukan diversifikasi pemanfaatan lokal dan tentunya tidak hanya berpikir untuk memproduksi saja. Namun kontinuitas kegiatan usaha di bidang kelautan. Karena itu, keberadaan BMKG sangat diperlukan para nelayan untuk melakukan update berita berita informasi cuaca maritim guna keputusan berlayar dan lain sebagainya.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, R Mulyono Rahadi Prabowo mengatakan, Sekolah Lapang Nelayan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik baiknya. BMKG berharap semua informasi yang dikeluarkan dapat mencakup semua kebutuhan dan mudah dipahami. Berdasarkan dari data yang ada, kebencanaan yang terjadi 90 persen disebabkan cuaca.
BMKG merupakan satu-satunya institusi yang berwenang dalam memberikan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG) kepada masyarakat. Untuk itu, upaya meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang cuaca maritim, dapat digunakan dalam membantu penyebaran informasi kepada nelayan dan masyarakat luas.*
