Sebelumnya, erupsi juga terjadi Selasa pukul 07.49 WIB. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 48 mm dan durasi 19 detik.
Pada Selasa pukul 05.34 WIB, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 44 mm dan durasi 10 detik. Selasa pukul 05.08 WIB, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 15 detik. Tinggi kolom erupsi tidak teramati.
Modifikasi Cuaca
Guna mempercepat pembersihan atmosfer dari material abu vulkanik, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 7 September 2026.
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa tim OMC menerapkan metode penyemaian awan hujan serta penyemprotan watermist menggunakan dua unit pesawat Cessna Caravan dari Posko Bandara Pondok Cabe dan Halim Perdanakusuma.
Hingga saat ini, OMC telah melaksanakan lima sorti penerbangan, 1 sorti menggunakan bahan semai powder NaCl, 1 sorti liquid CaCl2 dan 3 sorti menggunakan spraying/watermist. Operasi akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi atmosfer dan sebaran abu vulkanik, sehingga konsentrasi abu di udara diharapkan terus berkurang dan kondisi atmosfer berangsur lebih bersih, kata Seto.



