BPPT Terus Mengembangkan Teknologi InaTEWS, Sistem Peringatan Dini Tsunami

Pelabuhan Wani di Sulawesi Tengah, setelah terjadi gempabumi dan tsunami 28 September 2018. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus mengembangkan sistem peringatan dini tsunami. Sistem ini dikenal dengan sebutan Teknologi InaTEWS atau Indonesia Tsunami Early Warning System.

Teknologi kebencanaan ini menggunakan instrumen sesuai dengan kebutuhan lokasi. Seperti Teknologi Buoy (InaBuoy), Teknologi Kabel Optik Bawah Laut (InaCBT – Cable Based Tsunameter), Teknologi Coastal Acoustic Tomografi (InaCAT), hingga pemodelan berbasis kecerdasan artifisial.

Menurut Kepala BPPT Hammam Riza, sensor tsunami dari InaTEWS BPPT dapat mengirimkan data secara berkesinambungan kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kemudian disebarluaskan kepada masyarakat sebagai upaya mitigasi bencana tsunami di Indonesia.

Saat membuka Media Gathering bertemakan Teknologi Deteksi Tsunami Berbasis Buoy, Kabel Serat Optik, dan Akustik Tomografi, Hammam mengatakan, BPPT sejak Tahun 2019 telah membangun tiga teknologi tersebut dalam rangka mendukung InaTEWS Nasional BMKG.

Pengalaman bencana besar di Tahun 2018 yang menerpa Lombok, Palu, dan Selat Sunda menjadi wake up call bagi semua pihak. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pun mengeluarkan Perpres No. 93 Tahun 2019 tentang Penguatan dan Pengembangan Sistem Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami.

Indonesia berada di zona “Ring of fire” karena letak geografisnya berada di antara pertemuan 3 lempeng tektonik besar yaitu lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Jalur yang dilalui pertemuan lempeng inilah yang menjadi zona rawan gempa di Indonesia.

Sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua didunia, daerah padat penduduk seperti mayoritas Pulau Sumatera, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, NTT, Sulawesi, hingga Ambon merupakan daerah yang rawan akan terjadinya gempa bumi, hanya sebagian kecil Pulau Jawa bisa dikatakan aman dari ancaman gempa.

Melihat dari kondisi tersebut serta histori kebencanaan, upaya mitigasi bencana terintegrasi sudah sepatutnya diterapkan di Indonesia.

BPPT telah menyusun grand design peta jalan teknologi mitigasi dengan mengoperasikan InaBuoy di 13 lokasi, InaCBT di 7 lokasi, InaCAT di 3 lokasi dan didukung dengan pengolahan kecerdasan artifisial.

Semua Teknologi InaTEWS ditargetkan akan beroperasi penuh pada tahun 2024.

Exit mobile version