Darilaut – Penerapan teknologi Fast Pyrolysis 5.0 untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar (Petasol) yang setara dengan solar terus dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
BRIN bahkan mendorong percepatan replikasi teknologi pengolahan sampah plastik tersebut. Teknologi ini nantinya diharapkan menjadi solusi berkelanjutan atas persoalan sampah plastik, sekaligus menyediakan alternatif bahan bakar bagi masyarakat, khususnya nelayan dan petani.
Penerapan teknologi ini dikembangkan oleh Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) BRIN bersama Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Yopi, mengatakan, implementasi mesin Fast Pyrolysis 5.0 di Semarang menjadi contoh replikasi model bisnis teknologi yang berhasil karena melibatkan berbagai pihak.
BRIN mendampingi penguatan perencanaan dan pembangunan di daerah. Replikasi ini adalah model kolaboratif yang melibatkan pemerintah kota, komunitas masyarakat, dan asosiasi, serta divalidasi oleh BRIN agar bisa diterapkan di tempat lain, kata Yopi.
Anggota Dewan Pengarah BRIN, Tri Mumpuni, menjelaskan pentingnya kolaborasi antara BRIN dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam upaya pengurangan sampah plastik sekaligus membuka peluang ekonomi lokal.




