Darilaut – Petasol, bahan bakar dari sampah plastik sudah dilakukan uji coba penggunaannya pada alat transportasi perahu nelayan.
Teknologi pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar cair setara solar tersebut dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
BRIN mendorong percepatan replikasi teknologi pengolahan sampah plastik menjadi Petasol melalui penerapan mesin Fast Pyrolysis 5.0.
“Mesin Faspol Generasi 5 ini telah berkembang dibanding dengan generasi sebelumnya, bahan bakar yang dihasilkan sudah mendekati standar migas sehingga dapat dilakukan uji coba pada kendaraan,” kata Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) BRIN Cuk Supriyadi.
Menurut Cuk, dalam proses pengembangan mesin fast pyrolysis ini, BRIN berperan memberikan pendampingan teknis agar teknologi tersebut dapat beroperasi dengan sempurna.
Berbagai upaya pengujian Petasol sudah dilakukan dari aspek Life Cycle Assessment (LCA), level cetana 51, “hingga uji coba penggunaan pada alat transportasi perahu nelayan, mobil dinas pengangkut sampah, dan traktor alat mesin pertanian,” ujar Cuk.
Periset Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup (PR SPBPDH) BRIN, Tri Martini Patria, menjelaskan bahwa riset ini telah dilakukan sejak 2022. Pengolahan termal pada metode pirolisis dilakukan dengan berbagai uji lingkungan dan memanfaatkan tools Life Cycle Assessmen (LCA).




