Bulan Maret Curah Hujan Tergolong Tinggi di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi

Pertumbuhan awan hujan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)  memprediksi pada bulan Maret ini, curah hujan masih tergolong tinggi hingga sangat tinggi, terutama di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Berdasarkan peta curah hujan bulanan, wilayah dengan warna hijau tua diperkirakan akan mengalami curah hujan lebih dari 500 mm dalam satu bulan.

Sementara itu, pada bulan April, curah hujan diperkirakan mengalami penurunan meskipun masih dalam kategori sedang hingga tinggi, berkisar antara 100 hingga 300 mm per bulan.

“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk selalu memantau informasi cuaca terkini. Potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di beberapa wilayah dapat mempengaruhi kelancaran perjalanan,” kata Plt. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, Senin (10/3).

BMKG menyoroti periode 10 hari terakhir bulan Maret, khususnya dasarian ketiga (21-31 Maret), sebagai masa yang perlu diwaspadai.

Pada periode ini, curah hujan di Pulau Jawa masih tergolong tinggi, berkisar antara 200 hingga 300 mm dalam 10 hari. Hal ini menandakan bahwa potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai, meskipun durasi hujan ekstrem diperkirakan lebih singkat saat memasuki bulan April.

Pada tanggal 20-28 Maret, beberapa daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Sulawesi Utara diprediksi akan mengalami hujan lebat dengan intensitas lebih dari 50 mm. Hujan lebat ini dapat menyebabkan jarak pandang terbatas serta meningkatkan risiko banjir dan longsor di beberapa titik rawan.

Menjelang dan pasca-Lebaran, kondisi cuaca diprediksi lebih stabil dengan intensitas hujan yang berkurang. Pada tanggal 27 Maret hingga 2 April, wilayah-wilayah yang sebelumnya mengalami hujan lebat akan beralih ke hujan sedang hingga ringan.

Pada 3-9 April, mayoritas wilayah akan mengalami hujan ringan atau gerimis, kecuali Sulawesi Utara dan Gorontalo yang masih berpotensi mengalami hujan lebat.

Dengan koordinasi lintas sektoral yang kuat, diharapkan mudik Lebaran 2025 dapat berjalan dengan aman dan lancar.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan kondisi jalur mudik melalui kanal resmi BMKG.

Exit mobile version