Darilaut – Sejumlah kelompok masyarakat di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, telah memaksimalkan penggunaan sumber daya dan meminimalkan limbah sebagai produk ramah lingkungan.
Produk ramah lingkungan berbasis ekosistem mangrove tersebut dikembangkan di lima desa lokasi program Burung Indonesia atau Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia.
Produk ini dipromosikan dalam pameran yang dibuka untuk pengunjung umum, pada Selasa (28/4) di Marisa, Pohuwato.
Model ekonomi sirkular ini, di antaranya rajutan menggunakan limbah kantong plastik. Kemudian, ecoprint, produk ramah lingkungan yang menghasilan motif dengan teknik pewarnaan kain yang tidak menggunakan bahan kimia berbahaya.
Selain itu, produk makanan berbahan mangrove seperti selai, sirup, stik mangrove dan berbagai produk turunan mangrove yang dihasilkan kelompok masyarakat.
Djufry Hard, fasilitator diseminasi program konservasi mangrove, mengatakan, produk berbasis ekosistem mangrove tersebut seperti ecoprint. Kemudian, rajutan menggunakan limbah kantong plastik.
”Limbah plastik telah dimanfaatkan untuk membuat berbagai kemasan,” kata Djufry yang juga aktivis LSM senior.
Limbah plastik yang bocor ke alam “hingga masuk ke kawasan mangrove dikumpul,” ujar Djufry. Begitu pula limbah plastik rumah tangga. Plastik ini telah dibuat tas dalam berbagai bentuk.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga digelar pameran foto hasil karya pemuda dan pelajar yang beririsan dengan ekosistem mangrove dan dokumentasi berbagai inisiatif yang dikembangkan oleh masyarakat di lima desa lokasi program.
Kegiatan lainnya berupa adopsi mangrove untuk menghimpun dukungan keberlanjutan pembibitan dan restorasi mangrove, donasi limbah kantong plastik, bazar buku Gramedia, serta pertunjukan seni dan permainan edukatif.
Pada Selasa 28 April, Burung Indonesia melaksanakan diseminasi program konservasi mangrove di Kabupaten Pohuwato, Teluk Tomini.
Refleksi program konservasi mangrove oleh Burung Indonesia tersebut dengan menghadirkan berbagai pihak.
Program yang dijalankan Burung Indonesia mencakup empat komponen utama seperti perbaikan tata kelola ekosistem mangrove melalui kesepakatan perlindungan dan pengelolaan berbasis masyarakat.
Monitoring ekosistem mangrove berbasis masyarakat; pengembangan mata pencaharian berkelanjutan berbasis ekosistem mangrove; penyadartahuan dan penguatan jejaring dalam mendukung upaya restorasi mangrove.
Project Coordinator-Gorontalo Burung Indonesia Patmasanti mengatakan program ini terlaksana melalui kemitraan global Burung Indonesia dengan NABU dan Birdlife International.
“Sejak tahun 2022, Burung Indonesia mengelola program konservasi mangrove di lima wilayah pesisir Kabupaten Pohuwato, yakni Desa Torosiaje, Torosiaje Jaya, Bumi Bahari, Padengo, dan Dudewulo,” ujarnya.
