Darilaut – Setiap tanggal 2 April diperingati sebagai Hari Cek Fakta Internasional (International Fact-Checking Day), sebuah inisiatif global yang mengakui pentingnya peran informasi yang akurat dalam dunia yang saling terhubung.
Hari Pengecekan Fakta Internasional pertama kali diluncurkan oleh International Fact-Checking Network (IFCN) atau Jaringan Cek Fakta Internasional pada tahun 2016. Peringatan ini untuk merayakan dan menyoroti pekerjaan penting para pemeriksa fakta di seluruh dunia.
“Saat kita merayakan hari ini, kami mengakui kerja penting para pemeriksa fakta di seluruh dunia yang mendedikasikan upaya mereka untuk menegakkan fakta,” tulis Poynter.org
Di IFCN, mengangkat fakta bukan semata-mata tanggung jawab para profesional, namun merupakan upaya kolektif yang melibatkan partisipasi publik dan semua sektor masyarakat.
Dengan meningkatkan pemeriksaan fakta dan mempromosikan sumber-sumber yang kredibel, kita dapat menumbuhkan ekosistem informasi yang sehat.
Ekosistem informasi yang sehat mengharuskan semua orang berperan dalam mengangkat fakta. Hal ini karena pemeriksaan fakta sangat penting.
Itu sebabnya IFCN mengumpulkan pemeriksa fakta dari seluruh dunia untuk memerangi disinformasi seputar perang di Ukraina segera setelah invasi pasukan Rusia.
Inisiatif ini menghasilkan #UkraineFacts, sebuah kolaborasi yang telah membuat para penandatangan terverifikasi menerbitkan lebih dari 1.000 pemeriksaan fakta untuk melawan klaim menyesatkan yang terdeteksi di banyak negara pada bulan pertama pertempuran.
Upaya ini mengikuti keberhasilan #CoronaVirusFacts Alliance dan database pemeriksaan fakta COVID-19.
Hari Pengecekan Fakta Internasional dipromosikan IFCN bekerja sama dengan organisasi pengecekan fakta di seluruh dunia.
Di IFCN, ”kami percaya bahwa pemeriksa fakta profesional tidak boleh menjadi satu-satunya pihak yang membantah informasi palsu,” tulis Factcheckingday.com.
IFCN diluncurkan pada tahun 2015 untuk menyatukan komunitas pemeriksa fakta di seluruh dunia dan pendukung informasi faktual dalam perjuangan global melawan misinformasi.
IFCN mempromosikan keunggulan pengecekan fakta kepada lebih dari 100 organisasi di seluruh dunia melalui advokasi, pelatihan, dan acara global.
Tahun 2024 ini, untuk memperingati Hari Cek Fakta Internasional, IFCN menggelar State of the Fact-Checkers, bagaimana keadaan pemeriksa fakta dalam sebuah laporan dan webinar.
Kode Prinsip (Code of Principles) IFCN, menetapkan standar tinggi untuk transparansi, independensi, dan ketelitian dalam jurnalisme pengecekan fakta.
Melalui kegiatan ini, IFCN mengundang pemeriksa fakta, pemangku kepentingan, dan masyarakat umum untuk mempelajari lebih lanjut tentang keragaman dan cakupan komunitas IFCN.
Keadaan Pemeriksa Fakta ini akan disampaikan melalui webinar publik pada tanggal 2 April.
Pelatihan akan digelar untuk mempelajari cara mengidentifikasi misinformasi dan trennya di aplikasi Telegram pada tanggal 4 April. Pelatihan ini akan diberikan oleh jurnalis investigasi Jane Lytvynenko.
Banyak orang menyebarkan informasi yang tidak benar. Hal ini berpotensi membahayakan dan mengganggu orang lain.
Melalui cek fakta, kebenaran dan transparansi dapat membantu masyarakat mendapatkan informasi yang lebih baik dan siap untuk menghadapi misinformasi yang berbahaya.
Dengan ekosistem informasi yang sehat mengharuskan semua orang berperan dalam mengangkat fakta.
