Darilaut – Hasil survei UNICEF Nielsen kwartal 1 2023, sekitar 48 persen warga terbilang rentan serangan hoaks, karena belum mampu membedakan hoaks dari informasi yang dapat dipertanggung jawabkan.
Sementara, 37 persen warga melaporkan mengidentifikasi hoaks di gawai dalam beberapa bulan terakhir. Kebanyakan warga mengidentifikasi hoaks dari sumber tidak jelas (58 persen), konten tak masuk akal (51 persen), judul berlebihan (38 persen) atau memicu emosi (36 persen).
Survei UNICEF Nielsen ini melibatkan 2000 responden terpilih secara acak di 6 kota besar di Indonesia, masing-masing Medan, Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.
Bagi mereka yang menerima hoaks, kebanyakan mengabaikan saja (48 persen) atau segera menghapus (25 persen). Sekitar 18 persen warga mengaku menghindari atau memblok sumber (18 persen).
Ternyata masih sedikit yang aktif mencari informasi untuk memastikan (sekitar 14 persen). Apalagi yang melaporkan pada kanal yang tersedia (0,1 persen).
Agar tidak menyesatkan, edukasi anti hoaks mesti terus digalakkan. Apalagi perilaku sehat belum terbangun kuat.
Survei yang sama menunjukkan baru 10 persen warga beraktivitas fisik minimal 30 menit sehari, 29 persen menghindari minuman manis, dan 57 persen tidak merokok.





Komentar tentang post