“Namun demikian masyarakat tetap harus kritis, karena meskipun relatif kecil, AI punya potensi keliru, sehingga cara baca lateral, komparasi informasi dari berbagai sumber, baik dari chatbot Ceksumber maupun sumber kredibel lain, masih tetap sangat penting,” ujarnya.
Septiaji yang akrab disapa Zek ini berharap inisiatif chatbot AI ini bisa membantu masyarakat agar terlindungi dari bahaya hoaks, penipuan digital, maupun kriminalitas lain yang masih marak di dunia digital.
Halaman 3 dari 3




