Saat ini, CekSumber hanya mengambil data dari situs atau blog. Berkat algoritma pencarian seperti itu, sistem secara otomatis memprioritaskan sumber-sumber terpercaya dalam hasil analisisnya. Harap diingat bahwa, seperti layanan AI yang lain, CekSumber dapat menghasilkan jawaban yang salah.
Oleh karena itu, sumber referensi jawaban selalu dikirim kepada pengguna untuk dapat dicek kembali. Andrew memberikan tips penggunaan CekSumber, yaitu tidak diperlukan perintah khusus atau prompting rumit.
Jika pengguna mengunggah konten video atau foto tanpa ada perintah apa pun, CekSumber akan bekerja untuk mengecek sumber yang relevan dengan konten itu. Tak hanya itu, pengguna juga dapat mengajukan follow-up question terkait topik yang sama dalam satu sesi percakapan.
Andrew menjelaskan sebagai platform baru, CekSumber akan terus disempurnakan. Andrew menggandeng Mafindo untuk mengembangkan platform untuk mengecek sumber apakah itu hoaks atau riil.
Platform itu akan meningkatkan literasi digital masyarakat dalam memerangi hoaks dan disinformasi.
Ketua Presidium Mafindo, Septiaji Eko Nugroho, mengatakan kolaborasi ini jadi terobosan penting untuk memudahkan masyarakat mengecek kebenaran informasi dengan cepat dan mudah.
AI dalam chatbot ini dilatih untuk mengenali sumber informasi yang lebih kredibel seperti media jurnalistik, situs periksa fakta, dan sumber otoritatif lainnya, untuk meningkatkan kualitas jawaban atas pertanyaan masyarakat.




