Terdapat 10 Kecamatan yang terdampak fenomena cuaca ekstrem tersebut yaitu Kecamatan Batang Anai, Kecamatan Ulakan Tapakih, Kecamatan Lubuak Aluang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kecamatan Sintuak Loboh Gadang, Kecamatan Singai Limai, Kecamatan V Koto, Kecamatan VII Koto Patamuan, Kecamatan Anam Lingkuang, dan Kecamatan IV Koto Aua Malintang.
Meskipun curah hujan saat ini sudah berkurang, BPBD bersama organisasi terkait setempat tetap waspada akan adanya potensi bencana susulan.
Sementara itu, BPBD Kota Solok melakukan distribusi bantuan pangan kepada warga terdampak banjir di Kota Solok. Dalam pendistribusian, BPBD berkoordinasi dengan aparat desa setempat.
Hal tersebut disampaikan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Solok Hari Siswan yang dihubungi melalui pesan singkat. Pihaknya telah berada di lapangan untuk mendistribusikan bantuan makanan kepada warga desa.
BPBD Kota Solok melakukan koordinasi dengan BPBD Provinsi Sumatra Barat untuk mengajukan permohonan dukungan logistik dalam upaya penanganan banjir.
Banjir di Kota Solok terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan aliran Sungai Batang Bingung dan Bendungan Biruhun meluap dan merendam 99 rumah di Kota Solok, pada Rabu (29/9).
Banjir juga merendam setengah hektar lahan sawah dan berdampak pada 365 warga di tiga kelurahan, antara lain Kelurahan Simpang Rubio di Kecamatan Lubuk Sikarah, Kelurahan PPA dan Tanjung Paku di Kecamatan Tanjung Harapan.





Komentar tentang post