
Zona Interaksi Hiu Paus
Zona interaksi hiu paus saat ini tepat berada di belakang PT Sinar Ponula Deheto. Perusahaan perikanan PT Sinar Ponula Deheto sejak 2013 mulai mengolah udang vaname (Litopenaeus vannamei), selain juga mengolah hasil perikanan lainnya.
Limbah kepala dan kulit udang, ada yang diolah kembali menjadi makanan ikan, dan sebagian dibuang ke laut.
Mulanya, kepala dan kulit udang vaname ini dibuang didekat tubir karang. Hempasan ombak membawa kembali kulit dan kepala udang ini ke pantai Botubarani. Selanjutnya, kulit dan kepala udang ini dibuang agak jauh dari tubir karang.
Ketika mulai membuang kepala dan kulit udang tersebut, mulai terlihat hiu paus mendekat dan melintas. Lama kelamaan, hiu paus mendekat ke perahu.
Biasanya, empat hiu paus selalu muncul saat kulit dan kepala udang ini ditebar di laut.
Bila udang yang diolah cukup banyak, dalam sehari, kulit dan kepala udang ini dibuang tiga kali: pagi, siang dan sore. Jika sedikit pasokan udang, hanya sekali membuang di laut dalam sehari. Apabila belum ada pasokan udang, tidak ada aktivitas membuang limbah kepala dan kulit udang.
Dalam beberapa hari, meski tidak membuang kepala dan kulit udang, hiu paus ini ada yang terlihat di lokasi tersebut.

Olis Latief dan Arfan Ali, nelayan Botubarani bertugas membuang limbah kepala dan kulit udang tersebut.




