Darilaut – Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo (FIS UNG) kembali mengukuhkan komitmennya dalam mencetak mahasiswa kreatif dan berjiwa wirausaha melalui penyelenggaraan Expo UMKM 2025. Kegiatan yang digagas oleh Senat Mahasiswa FIS ini secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Dr. Zuchri Abdussamad, pada Selasa (09/12) bertempat di Gedung Indoor UNG.
Expo UMKM, yang kini menjadi salah satu agenda rutin mahasiswa, diselenggarakan untuk memberikan ruang bagi para mahasiswa menampilkan karya, ide, dan inovasi produk yang mereka kembangkan. Mulai dari kerajinan tangan, kopi racikan, hingga aneka makanan ringan hasil kreasi mahasiswa, seluruhnya dipamerkan dengan konsep stand yang dirancang secara mandiri. Selain memperlihatkan kreativitas, kegiatan ini juga menumbuhkan keberanian mahasiswa untuk terjun langsung ke dunia usaha.
Dalam sambutannya, Dekan FIS, Dr. Zuchri Abdussamad, menyampaikan rasa bangga atas antusiasme mahasiswa dalam menyukseskan gelaran Expo UMKM tahun ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini merupakan bentuk nyata implementasi pembelajaran yang tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi berlanjut hingga ke ruang praktik yang lebih konkret.
“Saya bangga melihat semangat mahasiswa yang turut serta dalam Expo UMKM ini. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa FIS ini, Insyaallah akan membuka peluang usaha dari sisi marketing, keuangan, hingga kemitraan yang bisa mendukung UMKM mahasiswa,” ujar Zuchri.
Dekan menegaskan bahwa Expo UMKM tidak boleh dipandang semata sebagai ajang pameran produk. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kewirausahaan yang komprehensif. Mahasiswa diperkenalkan pada tantangan dan peluang dunia usaha melalui sesi talkshow bersama narasumber yang berpengalaman di bidang bisnis. Melalui sesi tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoretis, tetapi juga wawasan praktis yang dapat diterapkan langsung dalam pengembangan usaha mereka.
Talkshow ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam Expo UMKM 2025 karena mendorong mahasiswa memahami persoalan pemasaran, strategi keuangan, teknik promosi digital, hingga bagaimana membangun kerja sama bisnis yang berkelanjutan. Dekan berharap para peserta mampu menyerap ilmu tersebut dan menggunakannya sebagai pondasi awal membangun usaha mereka.
Lebih lanjut, kehadiran stand-stand UMKM mahasiswa menjadi bukti bahwa kreativitas generasi muda UNG terus tumbuh. Beberapa stand kerajinan tangan menampilkan pernak-pernik unik bernilai estetika tinggi, sementara stand kuliner menawarkan inovasi rasa yang menarik perhatian pengunjung. Kopi racikan mahasiswa juga menjadi salah satu produk favorit yang menunjukkan bahwa mahasiswa FIS tidak hanya kreatif tetapi juga memiliki kepekaan terhadap tren konsumsi masyarakat saat ini.
Selain menjadi wadah bagi mahasiswa yang telah mengembangkan usaha, Expo UMKM juga memberi kesempatan bagi mahasiswa yang baru ingin memulai. Mereka dapat belajar secara langsung mengenai branding, pelayanan pelanggan, hingga cara menghitung modal dan keuntungan sederhana. Dengan terlibat langsung dalam praktik penjualan, mahasiswa belajar memahami dinamika pasar kecil yang dapat menjadi langkah awal menuju usaha skala lebih besar.
Dekan FIS berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyelenggaraan tahun ini saja. Ia menekankan pentingnya kesinambungan agar mahasiswa FIS terus memiliki ruang berkarya dan berinovasi.
“Harapan saya, kegiatan ini bisa berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Tentunya pihak fakultas akan memback up apa yang menjadi produk dari kegiaatan ini,” kata Zuchri.
Expo UMKM 2025 diharapkan mampu menjadi tradisi positif di lingkungan FIS UNG. Dengan dukungan kelembagaan, kegiatan ini dapat menjadi medium untuk membangun mental kemandirian mahasiswa, meningkatkan daya saing, dan menumbuhkan generasi muda yang siap berkontribusi dalam dunia usaha maupun dunia kerja. Melalui kegiatan seperti ini, FIS UNG terus menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan mahasiswa yang inovatif, produktif, dan mampu menghadapi tantangan ekonomi kreatif di masa depan.
