Depresi Tropis Mendarat di Guangzhou, Cina

Ilustrasi siklon tropis. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Depresi tropis (tropical depression) telah mendarat di di Guangzhou, Cina, Kamis (4/8) sementara bibit siklon tropis telah berada di timur Tabaco, Filipina. Kedua sistem tersebut tumbuh dari Samudra Pasifik.

Layanan satelit Zoom.earth menginformasikan depresi tropis 08W dengan kecepatan angin 35 km per jam, dengan tekanan permukaan laut 1002 hPa.

Depresi tropis 08W terletak 94 km timur-timur laut Hong Kong, dan telah bergerak ke barat-barat laut dengan kecepatan 17 km per jam (9 knot) selama 6 jam terakhir.

Joint Typhoon Warning Center (JTWC) menginformasikan 08W diperkirakan akan terus melacak pedalaman melalui periode perkiraan dengan disipasi dalam 24 jam karena interaksi dengan daratan.

Panduan prakiraan sesuai dengan semua model yang menunjukkan jalur barat-barat laut ke barat laut sehingga ada kepercayaan sedang pada jalur prakiraan JTWC.

Panduan ini menunjukkan trek serupa tanpa solusi melacak sistem kembali di atas air. Selain itu, panduan juga menunjukkan intensitas 35-55 km per jam (20-30 knot) dalam 12 jam, kemudian melemah secara stabil selama 24 jam berikutnya.

Menurut JTWC tinggi gelombang signifikan maksimum adalah 2,4 meter (8 feet).

Bibit 97W

Bibit siklon tropis 97W yang berkembang dari Laut Filipina, menurut layanan satelit Zoom.earth, dengan kecepatan angin 30 km per jam, dengan tekanan permukaan laut 1007 hPa.

Area ini masih sedang diselidiki potensinya untuk berkembang menjadi siklon tropis. Belum dikeluarkan peringatan untuk sistem ini.

Sirkulasi Siklonik

Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah mengeluarkan pembaruan Kamis (4/8).

Sirkulasi Siklonik terpantau di Selat Karimata yang membentuk daerah pertemuan/ perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Sumatera Selatan hingga perairan Kepulauan Karimata dan dari Kalimantan Tengah hingga Pulau Belitung.

Daerah konvergensi juga terpantau memanjang di Samudra Hindia barat Lampung-Bengkulu, Laut Natuna Utara, dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Utara, dari Sulawesi Barat hingga perairan timur Kalimantan Timur.

Kemudian, di Laut Sulawesi bagian barat, dari perairan utara Halmahera hingga perairan Kepulauan Talaud, di Papua, dan di Samudra Pasifik utara Jayapura-Biak.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.

Exit mobile version