Desain Kapal Selam 32 Meter BPPT

BPPT

Darilaut – Kapal Selam 32 Meter yang dirancang Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berdasarkan kajian, cukup efektif untuk beroperasi di wilayah Indonesia bagian barat yang relatif dangkal.

Hal ini karena secara ukuran dan bobot (panjang keseluruhan 32 meter & diameter lambung tekan 3,5 meter) memenuhi karakteristik perairan tersebut. Baik untuk transportasi komando, pengintaian dan penyadapan.

Selain itu, mendeteksi dan identifikasi kejahatan di perairan, memblokir jalur transportasi musuh, hingga menyerang kapal selam maupun kapal permukaan musuh.

Kapal Selam 32 meter menerapkan konsep desain spiral sebagaimana yang umum digunakan pada proses desain kapal-kapal permukaan. Untuk kapal selam konsep desain spiralnya terbentuk tidak jauh beda dengan spiral desain kapal permukaan.

Dalam konsep ini digambarkan sebagai proses desain yang dilakukan secara rigid, dilakukan secara berurutan dan berulang-ulang hingga dicapai desain yang optimal.

Kapal selam canggih ini memang dirancang untuk dapat dipersenjatai dengan dua peluncur rudal (heavyweight torpedo) untuk mendukung misi operasionalnya.

Di atas kertas, Kapal Selam 32 Meter ini mampu menyelam hingga kedalaman 150 meter dengan radius operasional sejauh 4000 mil laut (~7800 km).

Sebagai perbandingan, berdasarkan pengukuran Google Maps, jarak perairan dari Ujung Utara Pulau Sumatra hingga Ujung Timur Pulau Jawa saja berkisar 1862 mil laut (~3000 km).

Mempunyai kapasitas angkut sebanyak 12 awak/pasukan, kapal selam dengan penggerak motor AC (pembangkit listrik diesel generator) mampu melaju hingga kecepatan maksimal 15 knot.

Kapal selam ini memiliki kecepatan operasional 7 knot, baik untuk bergerak horizontal maupun kecepatan snorkling (bergerak diagonal) dan kecepatan 4 knot ketika berada dalam mode senyap (stealth), agar tidak terdeteksi oleh musuh.

Salah satu unsur pendukung mode senyap terletak pada teknologi baling baling, di mana kompetensi teknologi rancang bangun ini dimiliki oleh Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH) BPPT.

Proses rancang bangun, membutuhkan tahapan yang panjang dengan fasilitas khusus seperti water tunnel dan towing tank yang telah dimiliki.

Hasilnya diharapkan baling baling ini selain harus memenuhi gaya dorong dengan efisiensi yang tinggi, juga harus senyap untuk tak mudah terdeteksi.

Selain pengembangan dan pengujian baling-baling kapal selam, BTH BPPT juga memiliki laboratorium maneuvering basin yang berfungsi untuk menguji performa dari body kapal selam.

Exit mobile version