Di Gorontalo, Perempuan Lebih Banyak Terinfeksi Virus Corona

Virus Corona SARS-COV-2. FOTO: NIAID.NIH.GOV

Darilaut – Kelompok Perempuan lebih banyak terinfeksi virus corona, penyebab penyakit Covid-19, di Provinsi Gorontalo. Hal ini berbeda dengan data kasus terinfeksi virus SARS-CoV-2 di Indonesia dan dunia yang didominasi laki-laki.

Berdasarkan data pada laman https://dinkes.gorontaloprov.go.id/covid-19/, Rabu (3/6), jumlah yang positif terinfeksi Covid-19 di Gorontalo sebanyak 118 orang.

Jumlah laki-laki yang terinfeksi Covid-19 sebanyak 57 orang, sedangkan perempuan 61 orang.

Kasus pasien 01 berjenis kelamin laki-laki pertama kali diumumkan di Gorontalo Kamis 9 April.

Pada Minggu 17 Mei, jumlah kasus virus corona di Provinsi Gorontalo sebanyak 28 orang, laki-laki 14 orang dan perempuan 14 orang.

Pada Kamis 28 Mei, jumlah kasus terinfeksi Covid-19 di Gorontalo sebanyak 65 orang. Jumlah laki-laki yang terinfeksi virus corona 30 orang, perempuan 35 orang.

Dilansir Halodoc.com, Senin 20 April, melihat jumlah pengidap yang semakin banyak, ternyata korban positif virus corona didominasi oleh laki-laki.

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Ditjen P2P Kemenkes) kemudian mengeluarkan data di Indonesia, per 23 April 2020, yang mencatat jumlah laki-laki positif virus Corona sebanyak 3.966 orang, perempuan 2.489.

Kelompok laki-laki lebih banyak terinfeksi positif Covid-19 dibandingkan perempuan bukan hanya di Indonesia, tapi juga terjadi di negara-negara lain.

Dilansir Tirto.id, Sabtu 16 Mei, banyak studi yang menunjukkan bahwa laki-laki lebih rentan terpapar dan terinfeksi virus corona (Covid-19) daripada perempuan. Setelah beberapa studi menunjukkan laki-laki lebih rentan terinfeksi dan meninggal akibat virus Covid-19, terdapat bukti dan penjelasan untuk menjawab studi tersebut.

Berdasarkan penelitian, kadar angiotensin-converting enzyme 2 (enzim ACE2) pada paru-paru laki-laki lebih tinggi dari perempuan. Enzim tersebut membantu virus SARS-CoV-2 penyebab CovidD-19 bisa bertahan lebih lama di paru-paru pria.

Dilansir Klikdokter.com, Minggu 17 Mei, berdasarkan data, pasien virus corona didominasi laki-laki. Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Halik Malik mengatakan, salah satu faktor yang memengaruhi mengapa laki-laki lebih berpotensi untuk menjadi pasien virus corona adalah karena tingkat mobilitas mereka yang tinggi.

Menurut dr Devia Irine Putri, daya tahan tubuh wanita lebih kuat dibanding pria.

“Itu karena ada campur tangan kromosom X dan hormon estrogen yang berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh,” kata Devia seperti dikutip dari Klikdokter.com.

Hingga Rabu (3/6) Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mencatat kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 28.233 orang. Kemudian untuk pasien sembuh menjadi 8.406 setelah ada penambahan sebanyak 471 orang. Selanjutnya, untuk kasus meninggal bertambah 35 orang sehingga totalnya menjadi 1.698.

Berdasarkan Worldometers.info/coronavirus/, Rabu (3/6) pukul 21.12 WIB, jumlah kasus virus corona dunia sebanyak 6,484,760 orang, meninggal 383,109 orang dan sembuh 3,089,845

Negara dengan kasus terbanyak terinfeksi Covid-19 adalah Amerika Serikat 1,882,478 orang, Brazil 558,237 orang, Rusia 432,277 orang, Spanyol 287,012 orang dan United Kingdom 277,985 orang.*

Exit mobile version