Darilaut – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfo) Kota Gorontalo menggelar penganugerahan video kreatif dan film pendek bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), di gedung Banthayo Lo Yiladia, Senin (26/12) malam.
Wali Kota Gorontalo Marten Taha, mengatakan, keberadaan Kelompok Informasi Masyarakat di Kota Gorontalo diharapkan lahir secara mandiri dan kreatif sebagai mitra pemerintah, bagian dari jaringan sistem informasi nasional.
Menurut Marten, fungsi KIM sebagai mitra dialog dengan pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik. KIM berperan sebagai wahana informasi antar anggota secara horisontal, dari KIM ke pemerintah secara bottom up, serta dari pemerintah kepada masyarakat secara top down.
Fungsi KIM, kata Marten, sebagai sarana peningkatan literasi dibidang informasi, media massa, teknologi komunikasi dan media watch. Selain itu, sebagai lembaga yang memiliki nilai ekonomi.
Wali Kota Gorontalo mengatakan saat ini kita dituntut untuk bekerja dengan cerdas dan cepat.
“Segala bentuk akselerasi dan kolaborasi sangat diperlukan dalam mengembangkan inovasi,” kata Marten saat memberikan sambutan pada kegiatan KIM Award tahun 2022.
Hal ini, mengingat kembali bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang diprediksi akan memiliki kestabilan ekonomi di tengah inflasi yang terjadi.
Untuk itu, kata Marten, kita juga memiliki tugas untuk terus melakukan pengembangan inovasi yang nantinya akan mendorong ke arah perekonomian menjadi lebih baik.
Menurut Marten KIM Award yang digelar setiap tahun, tentunya merupakan bentuk evaluasi dan apresiasi terhadap pemanfataan media sosial dan website yang dimiliki dalam diseminasi informasi, serta mengasah kembali berbagai minat, bakat dan inovasi.
Hadir dalam KIM Award Ketua DPRD Kota Gorontalo Hardi Sidiki, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), tokoh masyarakat serta KIM di Kota Gorontalo.
Malam penganugerahan KIM Kota Gorontalo tahun 2022, dimeriahkan grup band lokal Hulondalo Ethnic.
Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Daud R. Panigoro, menjelaskan, KIM award merupakan sebuah bentuk apresiasi kepada lembaga komunikasi sosial yang selama ini menjadi mitra pemerintah daerah dalam melakukan diseminasi informasi.
Kegiatan ini, menurut Daud, menjadi salah satu cara untuk memotivasi, memberdayakan peran KIM sebagai sarana diseminasi informasi yang efektif. Selain itu, untuk mendorong KIM mendukung berbagai program dan kegiatan pemerintah.
Anugerah KIM award dibagi dalam sembilan kategori, yaitu, penulis naskah terbaik, berita medsos KIM kelurahan, bintang iklan terbaik, tiga iklan favorit pilihan netizen KIM, kamerawan terbaik, editor terbaik, dan berita medsos KIM kecamatan.
Para pemenang, menurut Daud, mendapatkan bonus, plakat dan piagam penghargaan dari panitia penyelenggara.
“Sembilan kategori ini kami nilai dari video pendek berdurasi tiga menit yang dikirimkan kepada panitia. Penilaiannya dilakukan secara tertutup oleh para juri yang berpengalaman dan pelaku film, serta akademisi yang berkompeten,” kata Daud.
Kepala Bidang IKP Dinas Kominfo dan Persandian Kota Gorontalo, Adriyun Katili, mengatakan, penilaian hasil karya KIM meliputi penyampaian pesan, kesesuaian tema inti, komposisi dialog, dan balutan hiburan.
Menurut Adriyun tim juri juga menilai pementasan yang terdiri dari alur cerita, point of view, dan penjiwaan akting. Selain itu, keterampilan, kreativitas pada penampilan karakter pemain, dan kostum. Selain itu, kekompakan yang terdiri dari sinkronisasi antar pemain, serta antar pemain dengan kru pendukung musik.
Tim juri video kreatif dan film pendek masing-masing, Ketua Zulkifli Lubis (Dosen Universitas Negeri Gorontalo, pegiat seni, budaya dan sastra), anggota: Verrianto Madjowa (Jurnalis, Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Gorontalo, pegiat seni, budaya dan konten digital), Indrawan Modanggu (Guru, pegiat seni dan konten kreator), Arif R Makmur (Guru, pegiat seni, sutradara dan konten kreator), serta Abdul Hafid Wahab (Konten kreator dan film maker).
