Dokumentasi Paus Pembunuh “Menyerang” Kapal Pesiar Selama 2 Jam

2 Paus pembunuh (Orca). FOTO: ISTOCK/NEWSWEEK.COM

Darilaut – Perusahaan kapal pesiar yacht memfilmkan pertemuan dengan paus pembunuh (orca) di perairan lepas pantai Portugal selama 2 jam.

Hasil dokumentasi (rekaman) paus pembunuh “menyerang” atau bermain-main dengan kapal pesiar 4 Oktober lalu dan insiden lainnya, masih menimbulkan pertanyaan bagi peneliti mamalia laut.

Newsweek.com edisi 16 Oktober melansir video paus pembunuh yang menyerang kapal pesiar di lepas pantai Portugal yang dirilis oleh perusahaan pengirim kapal tersebut.

Rekaman menunjukkan paus pembunuh yang juga dikenal sebagai orca, menabrak kapal pesiar tersebut, yang disebut oleh narator sebagai “cobaan berat”.

Perusahaan Yacht yang berbasis di Inggris Halcyon YachtsInternational Yacht Delivery, Pete Green, mengatakan, dua awak dan dua pemilik kapal berada di dalam kapal saat serangan itu terjadi pada 4 Oktober.

Kapal ini sedang berlayar di lepas pantai Porto dalam perjalanan ke Gibraltar ketika mereka melihat apa yang awalnya mereka pikir adalah lumba-lumba yang sedang melompat di permukaan laut.

Namun, saat semakin dekat, mereka menyadari bahwa itu adalah paus pembunuh.

Dalam film tersebut terdengar paus pembunuh menabrak perahu dan kemudi.

Menurut Green, meski total gangguan paus pembunuh terhadap kapal pesiar ini berlangsung selama 2 jam, tidak ada kerusakan serius yang terjadi. Gangguan ini berupa benturan, kadang-kadang menabrak kemudi yang akan mempengaruhi arah, sehingga kapal akan mulai berputar-putar.

Green mengatakan ini adalah kapal pesiar kedua yang dikirim perusahaannya yang terlibat dalam serangan tersebut.

Serangan pertama terjadi pada 11 September. Dalam peristiwa ini, kapal kehilangan kemudi dan harus ditarik.

Dalam insiden terbaru, awak kapal menghubungi penjaga pantai. Awak kapal diminta untuk mematikan sistem kapal dan langsung berlayar.

“Mereka beruntung karena kemudinya tidak pecah,” kata Green. “Orca cukup kuat. Jika mereka ingin melakukan beberapa kerusakan, mereka bisa melakukan yang jauh lebih buruk.”

Coordinator for the Study of Marine Mammals (CEMMA), Ruth Esteban, yang menganalisis perilaku paus pembunuh, mengatakan kepada Newsweek, masih belum jelas mengapa paus pembunuh menargetkan kapal di sepanjang garis pantai tersebut.

Ruth mengatakan, serangan masih berlangsung, meskipun Spanyol telah melarang kapal kecil berlayar di daerah berisiko tinggi tersebut. Larangan ini membuat insiden paus pembunuh menabrak kapal atau kemudi menjadi lebih jarang terjadi.

“Entah hanya keingintahuan sederhana dari individu muda, atau itu adalah sesuatu yang dipicu oleh situasi yang merugikan dengan kapal,” katanya.

Para peneliti tidak memiliki bukti untuk menunjukkan apakah luka tersebut disebabkan sebelum perilaku dimulai, atau apakah luka tersebut disebabkan oleh perilaku tersebut.

Melansir Noonsite.com, dalam pertemuan bersama para ahli, peneliti, dan organisasi lingkungan beberapa waktu lalu, diingatkan kembali mengenai keberadaan paus orca, terutama dari sisi konservasi.

Para ahli biologi telah mempertimbangkan berbagai hipotesis tentang perubahan perilaku paus pembunuh di perairan Spanyol.

Kemunculan paus pembunuh di sepanjang pantai Galicia adalah hal biasa. Selama ini, kelompok paus pembunuh ini tidak pernah tinggal begitu lama atau berinteraksi dengan manusia.

Namun, insiden paus pembunuh dengan sejumlah kapal di perairan Spanyol masih membingungkan para peneliti dan ahli cetacea.

Ahli biologi Cristina Martín yang telah bertahun-tahun mempelajari cetacea besar ini setiap tahun, sebelum pergi ke utara, muncul di Selat Gibraltar untuk memangsa tuna.

Hasil pengamatan, paus pembunuh terbiasa berenang didekat kapal penangkap ikan. Paus pembunuh ini memangsa ikan, sementara para nelayan juga membawa hasil tangkapannya ke kapal.

Menurut Martín, paus pembunuh tersebut menemukan dengan penangkapan ikan ini mereka tidak lagi mengejar tuna yang berenang untuk jarak jauh.

Hal lain yang dikaitkan dengan perubahan perilaku paus pembunuh ini adalah pandemi Covid-19. Penguncian atau karantina di masa pandemi Covid-19, tidak menimbulkan kebisingan di laut.

Minimnya kebisingan di laut dianggap sebagai salah satu penyebab terjadinya perubahan perilaku. Masa penguncian Covid-19 menyebabkan keheningan di perairan tersebut.

Paus pembunuh telah menyerang kapal di lepas pantai Portugal dan Spanyol dalam beberapa bulan terakhir, dengan laporan serangan dimulai pada awal Juli.

Para ilmuwan mengatakan, sebagian besar serangan diyakini dilakukan oleh tiga paus pembunuh yang masih remaja.

Apa yang mendorong perilaku tersebut masih belum diketahui. Para peneliti mengatakan ketiga hewan itu menunjukkan tanda-tanda cedera, tetapi tidak jelas apakah ini akibat interaksi dengan perahu atau apakah mereka terluka sebelum serangan dimulai.

Sumber:

https://www.noonsite.com/news/nw-spain-government-introduces-a-no-sailing-zone-following-29-incidents-between-sailboats-and-killer-whales/

https://www.newsweek.com/killer-whale-attack-yacht-two-hours-1539808?amp=1&__twitter_impression=true

Exit mobile version