Dolphin Project, 52 Tahun Melindungi Lumba-Lumba di Seluruh Dunia

Lumba-lumba Johnny, Rocky dan Rambo berenang di Umah Lumba Center, Bali, lokasi Rehabilitation, Release and Retirement. FOTO: DOLPHINPROJECT.COM

Darilaut – Jika ada pembelajaran yang bisa dipetik, saat kita memasuki tahun ketiga pandemi COVID-19, itu adalah nilai kebebasan, kesehatan, dukungan sosial dan keluarga, serta mobilitas.

Bandingkan dengan kehidupan lumba-lumba penangkaran, di mana konsep kebebasan tidak ada. Setiap keputusan mulai dari konsumsi makanan hingga pemilihan pasangan akuarium dan aktivitas sehari-hari dibuat oleh orang lain.

Dengan mengedepankan keuntungan, kesehatan mental, emosional, dan fisik lumba-lumba menjadi prioritas kedua.

Karena itulah, pada bulan April 1970, Dolphin Project lahir.

“Selama 52 tahun terakhir, Dolphin Project telah melindungi lumba-lumba di seluruh dunia, menarik kesadaran akan kekejaman seperti di Taiji yang tidak masuk akal dan perburuan tahunan di Jepang, serta lumba-lumba yang bertahan di penangkaran hidup menderita,” tulis Pendiri dan Direktur Dolphin Project, Ric O’Barry (21/4).

Jika memungkinkan, melepaskan lumba-lumba yang sebelumnya ditangkap kembali ke alam liar.

Dolphin Project telah memelopori protokol rehabilitasi dan pelepasan lumba-lumba di banyak negara di dunia, seperti di Haiti, Indonesia, Korea Selatan, Kolombia, Guatemala, Nikaragua, Brasil, Bahama, dan Amerika Serikat.

Di Indonesia, Rehabilitation, Release and Retirement Center (Pusat Rehabilitasi, Pelepasan, dan Pensiun) Umah Lumba berada di Teluk Banyuwedang, Bali Barat, sebagai tempat yang pertama dan satu-satunya di dunia untuk merawat lumba-lumba yang menderita.

Pada 22 April 2022, lumba-lumba dengan nama Johnny, Rocky dan Rambo siap untuk dilepas ke laut.

Kondisi kesehatan ketiga lumba-lumba ini pulih seperti semula, setelah melalui masa rehabilitasi.

Lumba-lumba ini sudah menangkap ikan dengan lebih baik, lebih cepat, dan lebih efisien dari sebelumnya.

Tekanan darah dan berat badan mereka sempurna. Ketiga lumba-lumba itu jarang berada di permukaan air. Mereka lebih suka menghabiskan waktu di bawah air, seperti yang diinginkan alam.

Ketiga lumba-lumba yang diselamatkan telah melalui perjalanan panjang sejak disita dari kolam renang kotor di Hotel Melka Excelsior di Bali lebih dari dua setengah tahun yang lalu, di mana mereka ditakdirkan untuk menjalani sisa hidup mereka sebagai hiburan bagi wisatawan.

“Pada peringatan 52 tahun Dolphin Project (juga diperingati pada Hari Bumi), kami membuat satu harapan: bahwa bersama-sama, kami dapat membantu memastikan bahwa Johnny, Rocky, dan Rambo dikembalikan ke perairan asal mereka,” kata Ric O’Barry.

Dengan mengadopsi lumba-lumba (atau mengadopsi ketiganya), kita dapat memberi mereka kesempatan terbesar, sekaligus menikmati kebebasan dan mobilitas mereka, kesehatan terbaik dan kebersamaan dengan jenis mereka sendiri.

Mari kita membantu dan melindungi lumba-lumba bersama-sama.

Exit mobile version