Dosen Fakultas Kelautan UNG Salah Satu Peserta Akuakultur Berkelanjutan Indonesia di Shanghai Cina

Dr. Arfiani Rizki Paramata dan peserta Shanghai Summer School on Sustainable Aquaculture yang diselenggarakan oleh College of Fisheries and Life Sciences, Shanghai Ocean University, Cina. FOTO: HUMAS UNG

Darilaut – Dosen Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Dr. Arfiani Rizki Paramata, terpilih sebagai salah satu peserta dari Indonesia dalam program yang diselenggarakan oleh College of Fisheries and Life Sciences, Shanghai Ocean University.

Dr. Arfiani akan mengikuti program internasional di Shanghai, Cina, melalui 2026 Shanghai Summer School on Sustainable Aquaculture.

Program ini berlangsung sepanjang Juni hingga awal Juli 2026, mempertemukan akademisi dan peneliti muda dari berbagai belahan dunia untuk mendalami isu-isu strategis terkait akuakultur berkelanjutan. Peserta berasal dari kawasan Asia, Eropa, Afrika, Amerika, hingga Timur Tengah.

Berdasarkan daftar resmi peserta, hanya 23 peserta dari berbagai negara dan institusi internasional yang berhasil lolos mengikuti program ini.

Dalam daftar tersebut, Dr. Arfiani tercatat sebagai satu-satunya perwakilan UNG sekaligus menjadi salah satu delegasi Indonesia yang memperoleh kesempatan berharga tersebut.

Program yang diselenggarakan oleh Shanghai Ocean University dengan berbagai agenda akademik dan praktik lapangan.

Para peserta akan mengikuti kuliah pakar, seminar internasional, diskusi ilmiah, kunjungan ke industri akuakultur modern, hingga pengenalan budaya Tiongkok.

Seluruh pembiayaan peserta ditanggung penuh melalui skema beasiswa yang didukung oleh Shanghai Ocean University dan Pemerintah Kota Shanghai.

Beasiswa tersebut mencakup biaya pendidikan, akomodasi, serta seluruh kebutuhan pembelajaran selama program berlangsung.

Bagi Arfiani, kesempatan ini memiliki makna yang sangat istimewa. Pasalnya, ini merupakan tahun kedua dirinya memperoleh kesempatan belajar dan memperluas jejaring internasional di Tiongkok melalui program beasiswa bergengsi.

“Saya sangat bersyukur karena tahun ini kembali diberi kesempatan untuk belajar di Tiongkok melalui program beasiswa internasional,” ujarnya.

Tahun lalu saya mengikuti program yang diselenggarakan oleh Kementerian Sains dan Teknologi Tiongkok (MOST), dan tahun ini memperoleh kesempatan melalui beasiswa yang didukung Pemerintah Shanghai dan Shanghai Ocean University, kata Arfiani.

Menurut Arfiani, pengalaman internasional tersebut tidak hanya memperkaya wawasan akademik di bidang perikanan dan akuakultur, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset dan kerja sama internasional yang dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sektor perikanan dan kelautan Indonesia, khususnya di Provinsi Gorontalo.

Arfiani berharap ilmu, pengalaman, serta jejaring global yang diperoleh selama mengikuti program ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi penguatan pendidikan, penelitian, dan inovasi di lingkungan FPIK UNG.

Keikutsertaan Dr. Arfiani dalam program internasional ini mendapat dukungan penuh dari Rektor UNG, Prof. Dr. Eduart Wolok, sebagai bagian dari komitmen universitas, dalam mendorong peningkatan kapasitas dosen melalui penguatan jejaring akademik global.

Menurut Rektor keikutsertaan ini semakin mengukuhkan posisi UNG dalam jejaring akademik internasional, khususnya di bidang perikanan dan kelautan. Keberhasilan akademisi FKTP menembus program internasional bergengsi ini menjadi bukti bahwa akademisi UNG mampu bersaing dan berkontribusi di level global.

“Prestasi tersebut sekaligus mempertegas komitmen UNG dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi serta memperluas jejaring kolaborasi internasional demi menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat,” kata Rektor.

Exit mobile version