Seluruh pembiayaan peserta ditanggung penuh melalui skema beasiswa yang didukung oleh Shanghai Ocean University dan Pemerintah Kota Shanghai.
Beasiswa tersebut mencakup biaya pendidikan, akomodasi, serta seluruh kebutuhan pembelajaran selama program berlangsung.
Bagi Arfiani, kesempatan ini memiliki makna yang sangat istimewa. Pasalnya, ini merupakan tahun kedua dirinya memperoleh kesempatan belajar dan memperluas jejaring internasional di Tiongkok melalui program beasiswa bergengsi.
“Saya sangat bersyukur karena tahun ini kembali diberi kesempatan untuk belajar di Tiongkok melalui program beasiswa internasional,” ujarnya.
Tahun lalu saya mengikuti program yang diselenggarakan oleh Kementerian Sains dan Teknologi Tiongkok (MOST), dan tahun ini memperoleh kesempatan melalui beasiswa yang didukung Pemerintah Shanghai dan Shanghai Ocean University, kata Arfiani.
Menurut Arfiani, pengalaman internasional tersebut tidak hanya memperkaya wawasan akademik di bidang perikanan dan akuakultur, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset dan kerja sama internasional yang dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sektor perikanan dan kelautan Indonesia, khususnya di Provinsi Gorontalo.
Arfiani berharap ilmu, pengalaman, serta jejaring global yang diperoleh selama mengikuti program ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi penguatan pendidikan, penelitian, dan inovasi di lingkungan FPIK UNG.




