Dosen UNG Prof. Novianty Djafri: Pemimpin di Bidang Pendidikan Harus Menjadi Inspirator

Guru Besar Universitas Negeri Gorontalo Prof. Dr. Novianty Djafri. FOTO: KOLEKSI PRIBADI/FB

Darilaut – Guru Besar Universitas Negeri Gorontalo Prof. Dr. Novianty Djafri, mengatakan, pemimpin di bidang pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai administrator, “tetapi juga harus menjadi inspirator yang mampu menggerakkan seluruh komponen sekolah untuk mencapai visi bersama.”

Hal ini disampaikan Prof. Novianty dalam seminar International Community Engagement yang mengangkat tema “Innovative Leadership for Business Transformation Across Disciplines”.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Cendekia Publishing bekerja sama dengan Universidad Internacional del Ecuador (UIDE) serta sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

“Pemimpin transformasional mampu memotivasi anggotanya untuk melampaui kepentingan pribadi demi mewujudkan tujuan dan visi besar organisasi pendidikan,” ujar Prof. Novianty, yang juga akademisi Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan UNG.

Prof. Novianty menjelaskan bahwa salah satu karakteristik utama kepemimpinan transformasional adalah kemampuan memberikan perhatian individual (individualized consideration) serta stimulasi intelektual kepada setiap guru dan tenaga kependidikan.

Pendekatan ini dinilai efektif dalam mengembangkan potensi sumber daya manusia secara optimal sekaligus membangun budaya kerja yang inovatif dan kolaboratif, kata Prof. Novianty.

Dalam forum tersebut Prof. Novianty membawakan materi “Pendekatan Kepemimpinan Transformatif (Transformational Leadership)”, yang menyoroti pentingnya peran pemimpin pendidikan sebagai agen perubahan di tengah tantangan era disrupsi.

Dalam konteks perkembangan teknologi yang semakin pesat, Prof. Novianty menekankan pentingnya kecerdasan manajerial bagi pemimpin pendidikan.

Menurut Prof. Novianty kepala sekolah dan pemimpin pendidikan masa kini harus mampu mengambil keputusan berbasis data dengan didukung oleh literasi digital, kecerdasan emosional (emotional quotient/EQ), serta kecerdasan strategis (strategic quotient/SQ).

“Era disrupsi menuntut pemimpin untuk adaptif, responsif, dan mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam sistem pengelolaan pendidikan secara efektif,” ujarnya.

Selain itu, Prof. Novianty mengulas konsep difusi inovasi sebagai strategi mempercepat penerimaan teknologi baru dalam lingkungan pendidikan.

Dengan memahami pola psikologis masyarakat dalam menerima inovasi, proses transformasi digital di sekolah dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan.

Partisipasi dosen UNG dalam seminar internasional ini menjadi bukti pengakuan terhadap kapasitas akademik dan kepakaran di tingkat global. Keterlibatan ini tidak hanya memperkuat jejaring internasional UNG, tetapi juga kontribusi nyata Fakultas Ilmu Pendidikan UNG dalam pengembangan ilmu kepemimpinan pendidikan yang relevan dengan tantangan masa depan.

Exit mobile version