Tepat dua tahun setelah pelantikan, Gorontalo sebenarnya tidak sedang menghadapi masalah kekurangan wakil. Gorontalo menghadapi pertanyaan yang lebih sulit: apakah wakil yang ada telah menjadi kekuatan politik yang terkonsolidasi, atau masih sekadar menjadi kumpulan mandat individual?
Jika yang kedua yang terjadi, maka persoalannya tidak selesai dengan menambah jumlah wakil pada pemilu berikutnya. Yang perlu diperbaiki adalah cara Gorontalo mengelola representasi politiknya: bagaimana pemerintah daerah merumuskan kepentingan, bagaimana wakil di Senayan mengonsolidasikannya, dan bagaimana masyarakat mengawasi hasilnya. Sebab dalam politik nasional, daerah bukan hanya membutuhkan orang yang duduk di kursi kekuasaan, tetapi membutuhkan kemampuan untuk membuat kepentingannya didengar, dinegosiasikan, dan masuk ke dalam keputusan.
Dua tahun sudah berlalu. Tiga tahun masih tersedia, dan dari tiga tahun itu ada masa yang sangat sibuk untuk semua anggota DPR/DPD yakni menyiapkan waktu untuk maju kembali. Artinya sejak pertengahan tahun 2028 konsentrasi pasti akan lebih praktis indvidual. Hal tersebut berarti bahwa waktu tersisa tinggal dua tahun.




