Ecoport, Pelabuhan Berwawasan Lingkungan yang Tak Hanya Berbasis Bisnis

Ilustrasi kapal sandar di Pelabuhan Bitung. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Pelabuhan berwawasan lingkungan atau ecoport sedang dikembangkan di Tanjung Priok.

Ecoport ini adalah istilah pelabuhan yang dalam manajemen dan operasionalnya memperhatikan aspek-aspek sosial, ekonomi dan terutama lingkungan. Jadi, di pelabuhan ini bukan hanya berbasis kepada secara bisnis semata.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut-Kementerian Perhubungan, R Agus H Purnomo, mengatakan, Kementerian Perhubungan memberikan apresiasi kepada Pelabuhan Tanjung Priok, melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Utama yang telah 3 tahun berturut turut secara konsisten mengadakan Forum Ecoport yang secara bergantian mengusung tema kegiatan mendukung terciptanya Greenport.

Pada Selasa (6/7), Kantor Otoritas Pelabuhan Utama (OP) Tanjung Priok menggelar acara Forum Ecoport. Acara ini dengan tema “Less Garbage, Better Port And Healthy Life” ini digelar secara virtual mengingat sedang diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Menurut Dirjen Agus, sesuai dengan tema, acara ini diselenggarakan dalam rangka memberikan gambaran pelaksanaan penerapan manajemen pengelolaan sampah melalui Port Waste Management System di Pelabuhan Tanjung Priok kepada Pelabuhan lain dan pencapaiannya termasuk permasalahan dan solusinya. Sehingga nantinya akan mewujudkan pelabuhan-pelabuhan berwawasan lingkungan.

Agus mengatakan tujuan penerapan Port Waste Management System secara terintegrasi yang dilaksanakan di Pelabuhan-pelabuhan lain sehingga partisipasi kapal dan Pelabuhan lebih besar dalam rangka mewujudkan Greenport.

Kepala OP Utama Tanjung Priok, Capt Wisnu Handoko, mengatakan, saat ini pelabuhan Tanjung Priok telah membuat Sekretariat Bersama dalam menjalankan pelabuhan berwawasan lingkungan.

Konsep Ecoport memiliki 4 pilar utama yang harus dikawal tidak hanya di Pelabuhan Tanjung Priok, namun di semua Pelabuhan di Indonesia. Seperti pemenuhan semua persyaratan regulasi di bidang lingkungan hidup, penerapan sistem manajemen lingkungan.

Kemudian, pelaksanaan green initiatives (inisiatif hijau), Keterlibatan stakeholders untuk mendukung upaya pemenuhan regulasi dan implementasi green initiatives di pelabuhan.

Exit mobile version