Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang mengembangkan konsep EcoPort. Konsep ini diterapkan untuk pelabuhan yang berwawasan lingkungan.
Hal ini antara lain disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Arif Toha saat memenuhi undangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia di acara Indonesia – The Netherlands Business And Investment Forum On Infrastructure And Maritime, Senin (23/9) di Rotterdam, Belanda.
Melalui konsep EcoPort, operasional pelabuhan diterapkan teknologi ramah lingkungan, serta pengunaan teknologi digital untuk peningkatan efektivitas dan efisiensi operasional pelabuhan.
Teknologi ini ditunjang dengan prasarana pelabuhan dan sarana kapal, baik untuk pelayanan barang maupun penumpang. Implementasi sistem digital, seperti Inaportnet dan E-Ticketing Penumpang untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi.
Arif yang mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut mengatakan, dalam rangka mendukung pembangunan nasional, maka diperlukan kebijakan integrasi, serta pengembangan kawasan dan infrastruktur. Hal ini diharapkan dapat menurunkan biaya logistik nasional sebesar 1,6 persen, memperbaiki konektivitas dan menyeimbangkan arus perdagangan antara Indonesia Barat dan Timur.





Komentar tentang post